Amerika Serikat

'Monster' Billy Crutsinger Disuntik Mati Setelah 16 Tahun Dibui

publicanews - berita politik & hukumBilly Crutsinger dan brankar tempat ia menjalani hukuman suntik mati di penjara Hunstville, Texas, AS. (Foto: Texas Tribune)
PUBLICANEWS, Texas - Pengadilan Distrik Texas, Amerika Serikat, akhirnya menyuntik mati 'monster' Billy Jack Crutsinger (64). Eksekusi dilakukan setelah Mahkamah Agung menolak banding pembunuh Pearl Magouirk (89) dan putrinya Patricia Syren (71) di Fort Worth, Texas, pada 2003 silam itu.

Rabu (4/9) pukul 18.00 waktu setempat, Crutsinger dinaikkan ke atas brankar di kamar eksekusi penjara Huntsville. Ia kemudian diikat, lalu eksekusi suntik dilakukan.

Crutsinger sudah menjalani pidana penjara 16 tahun sebelum akhirnya disuntik mati. Hal itulah yang memicu protes sebagian kalangan. Ia menjadi napi kelima yang dihukum mati di Negara Bagian Texas tahun ini, dan masih ada 10 orang lainnya yang menunggu 'jadwal mati' hingga Desember mendatang.

Sebelum direbahkan di atas brankar, Crutsinger sempat menyampaikan pesan terakhir untuk keluarga korban. Petugas memasangkan mikropon kecil di atas kepalanya yang diikat erat.

"Hai wanita-wanitaku, aku ingin mengatakan betapa aku mencitaimu," kata Crutsinger, seperti dikutip laman Texas Tribune, Kamis (5/9). "Terima kasih telah membuatku berada di sini," ia menambahkan.

Jelas, kalimat itu ia tujukan pada kedua korban. Kata-katanya tenang, tidak ada penyesalan di sana. "Aku memang akan melewatkan pancake-pancake (kue dadar panekuk; red) dan dunia yang kuno ini. Tapi aku akan pergi ke dunia penuh warna," ujarnya.

Sejenak ia menoleh ke arah tiga temannya yang menjadi saksi eksekusi dari balik kaca berterali besi. Ia meminta mereka menyampaikan pesan kepada anaknya David.

"Aku akan memberi tahu ibumu. David, aku senang kamu berhasil dan kamu tidak pingsan ditelepon... Oke sipir, aku siap." Lalu petugas merebahkannya di atas brankar untuk menjalankan eksekusi.

Crutsinger merampok Magourik di rumahnya di Fort Worth pada sebuah malam di tahun 2003. Ia membunuh Magourik dan anaknya Patricia dengan sadis karena kedua wanita jompo itu melawan.

Darah berceceran dimana-mana, tetapi polisi tak menemukan jasad kedua korban selama dua hari. Polisi mengendus keberadaan Crutsinger setelah ia minum di sebuah bar di Galveston dengan kartu kredit milik Patricia yang ia curi.

Selama 16 tahun dalam tahanan, ia lima kali mengajukan banding melalui pengacara yang selalu berganti-ganti. Namun kesemua banding ditolak.

Lydia Brandt, salah satu pengacaranya, pernah menulis petisi menjelaskan kesehatan mental Crutsinger. Menurutnya, terdakwa adalah tukang kebun dengan intelgensia rendah dan sejarah sial yang panjang.

Crutsinger dicerai oleh tiga perempuan yang pernah dinikahinya. Anak perempuannya meninggal saat lahir, anak yang lain mati tenggelam, putranya yang masih remaja menderita limfoma. Yang lebih buruk adalah ayahnya tewas tertabrak mobil.

Pria tambun itu sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari tiga kali pernikahannya. Terakhir ia ditendang keluar rumah dan jadi tunawisma. Sejak itu Crutsinger mencandu alkohol dan cenderung melakukan kekerasan ketika mabuk layaknya monster.

Jaksa penuntut Michele Hartmann dalam pernyataan sehari sebelum eksekusi mati menyatakan, kesialan hidup Crutsinger tidak bisa menjadi alasan pembenar pembunuhan sadis. Ia juga mempertimbangkan keadilan bagi keluarga korban. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo06 September 2019 | 16:15:22

    monster, julukan yang sesuai dengan kelakłannya.

Back to Top