KBRI Mesir Resmikan Pabrik Kopi Terbesar di Alexandria

publicanews - berita politik & hukumPerluasan pabrik pengolahan kopi Ahmed Al Sheikh di Borg Arab, Alexandria, diresmikan pembukaannya oleh Minister Counselor Iwa Mulyana, Kamis (29/8). (Foto: Istimewa
PUBLICANEWS, Kairo - Minum kopi sudah menjadi tradisi masyarakat Mesir. Bahan baku kopi yang dikonsumsi, salah satunya, berasal dari Indonesia.

Ekspor kopi Indonesia di Mesir sudah berlangsung 30 tahun. Bahkan jumlahnya akan terus bertambah sering ekstensifikasi pabrik-pabrik pengolahan kopi Indonesia di Mesir.

Salah satunya Pabrik Pengolahan Kopi Ahmed Al Sheikh di Borg Arab, Alexandria. Perluasan pabrik diresmikan pembukaannya oleh Minister Counselor Iwa Mulyana mewakili Duta Besar RI untuk Mesir. Ia didampingi oleh Atase Perdagangan dan staf pada Kamis (29/8).

Selama ini KBRI Kairo telah menjalin hubungan baik dengan para pelaku usaha kopi di Mesir, salah satu yang terbesar adalah Haggag Import & Export Co.

Perusahaan ini telah banyak melakukan terobosan- promosi dan pemasaran kopi di Mesir sehingga dapat membantu peningkatan jumlah kebutuhan konsumsi kopi pada masyarakat di Mesir. Adapun jejaring yang telah dibangun Haggag, antara lain, adalah pengusaha Ahmed Al Sheikh yang telah merintis usaha kopinya sejak 1990-an di Provinsi Alexandria.

Sejak 2004, Haggag Import & Export Co dan Al Nada for Import Co telah mensuplai biji kopi asal Indonesia yang diolah di pabrik kopi Ahmed Al Sheikh. Melalui pabrik yang baru diresmikan tersebut, kini dengan mesin kopi buatan Turki berkapasitas 600 kg per jam mampu mengolah dari semula kapasitas 120 ton per bulan menjadi 180 s/d 450 ton bubuk kopi per bulan.

“Indonesia mendominasi ekspor penjualan kopi di Mesir sebesar 50-60 persen dari total peredaran kopi impor, yakni senilai 118 juta dolar AS pada tahun 2018. Saingan utama Indonesia adalah Vietnam, Brasil, India, Italia, dan Kolombia,” ujar Mincon Iwa Mulyana dalam sambutan peresmian pabrik kopi Ahmed Al Sheikh.

Atase Perdagangan KBRI Irman Adi Purwanto Moefthi menambahkan, ekspor kopi Indonesia ke Mesir pada 2018 sesuai data CAPMAS Mesir pertumbuhannya mencapai 14,77 persen sehingga berhasil membukukan transaksi sebesar 58,17 juta dollar AS.

Nilai ekspor kopi Indonesia pada periode Januari-Mei 2019 mencapai 29,73 juta dolar AS atau naik 27,05 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 23,40 juta dolar AS. Pada periode tersebut, kopi Indonesia mendominasi rata-rata pangsa pasar Mesir sebesar 46,61 persen dengan harga jual rata-rata 1.780 dollar per ton base on CIF Pelabuhan Mesir.

Pada kesempatan tersebut CEO Haggag Import & Export Co Hassan Haggag menerangkan, dulu orang Mesir minum kopi sehari dua kali, kini bisa mencapai sehari 5 kali.

“Di kota-kota besar baik di Kairo, Alexandria, Mansoura, Port Said, dan kota-kota di selatan Mesir menyukai minum kopi Indonesia. Orang Mesir suka kopi yang diracik dengan bumbu dan rempah-rempah,” kata Hassan Haggag, peraih penghargaan pemerintah Indonesia Primaduta Award Tahun 2016 dan 2017, di sela-sela peresmian Pabrik pengolahan kopi terbesar, Ahmad Al Sheikh di Alexandria.

Hadir dalam peresmian pabrik kopi Direktur Utama PT Asal Jaya Hariyanto Lim yang menyuplai kopi robusta untuk para importir Mesir. “Kopi robusta saat ini perkebunannya mulai berkurang karena petani kopi hanya memiliki lahan rata-rata seluas 1 hektar dan didominasi oleh jenis kopi Arabika," katanya.

Ia berharap buyer Mesir dapat puka membeli produk biji kopi Arabika, menggantikan kopi Robusta Indonesia yang selama ini merajai pasar kopi di Mesir. Hariyanto optimistis terhadap eksportasi kopi Arabika untuk pasar Mesir.

Di sela-sela pertemuan dengan para importir kopi di Borg Arab Alexandria, Hassan Haggag mengungkapkan komitmennya, pada Trade Expo Indonesia (TEI) mendatang akan menandatangani kontrak pembelian kopi Indonesia bersama eksportir kopi Indonesia sejumlah 40 juta dolar AS.

“Pada tahun 2018, perusahaan kami telah menandatangani sejumlah 30 juta dollar dan target itu tercapai,” kata Hassan Haggag yang juga adalah Guru Besar perguruan tinggi di Malaysia.

Selain itu, Atase Perdagangan KBRI Kairo menyampaikan, dalam rangka peningkatan ekspor dan diplomasi perdagangan, Dubes Helmy Fauzy menginisiasi digelarnya forum bisnis Agri Expo Indonesia yang akan digelar pada 08-09 September 2019 di Kairo, Mesir.

Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja sama Kemlu, Kemendag, dan Kementan dengan menghadirkan para pelaku usaha produk agro potensial Indonesia seperti kopi, minyak sawit, buah-buahan tropis, rempah-rempah dan produk agro lainnya.

Pada forum bisnis tersebut, akan dibahas mengenai upaya peningkatan ekspor produk-produk unggulan di bidang agro ke Mesir. Kegiatan Agri Expo dimaksud akan mencakup beberapa rangkaian kegiatan antara lain Business Gathering, One on One Business Matching dan pameran produk Indonesia. Selain itu KBRI Mesir juga akan menggelar pertemuan diaspora dan pelaku usaha muda Indonesia di Mesir. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo31 Agustus 2019 | 18:00:05

    mantab nih bro Dubes...????????

  2. Iis_osya @iis_osya31 Agustus 2019 | 17:51:51

    Berita baik bagi petani kopi kita, dampaknya kesejahteraan buat para petani.

Back to Top