Malaysia

Zakir Naik Dilarang Bicara Termasuk di Medsos

publicanews - berita politik & hukumZakir Naik tiba di markas kepolisian di Bukit Aman, Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Kepolisian Diraja Malaysia selain tak mengizinkan Zakir Naik menjadi pembicara di depan umum, juga melarang berbicara di seluruh platform media sosial. Pelarangan itu berlakudi seluruh Malaysia.

Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador tidak menyebutkan batas waktu pelarangan itu. "Dengan arahan ini, seluruh kepala kepolisian negara bagian bertanggung jawab (melaksanakan)," kata Abdul seperti dikutip dari laman Malay Mail, Rabu (21/8).

Pelarangan itu, katanya, untuk memberikan waktu kepada kepolisian menyelesaikan penyelidikan atas pernyataan Zakir Naik dalam dialog keagamaan di Kelantan, beberapa waktu lalu.

Kemarin, Kepala Komunikasi Korporasi pada Kepolisian Diraja Malaysia Asmawati Ahmad membenarkan adanya surat edaran kepolisian yang melarang seluruh negara bagian menghadirkan ulama kontroversial Zakir Naik sebagai pembicara dalam acara apapun.

Zakir Naik telah diperiksa dua kali oleh Kepolisian Malaysia, yaitu pada 16 dan 19 Agustus. Ulama 54 tahun asal Mumba, India, itu diduga melanggar pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian.

Sementara itu, pengacara Zakir Naik, Akberdin Abdul Kadir mengatakan kliennya belum mengetahui adanya pelarangan tersebut. Menurut Akberdin, kliennya hanya diimbau untuk tidak terlalu berapi-api dan tidak menyentuh politik.

"Pejabat itu mengatakan tidak ada larangan, tapi polisi menyarankan Zakir untuk bicara lebih lembut," ujar Akberdin, seperti dikutip dari The Star, Rabu (21/8).

Ia memastikan Zikir akan mematuhi seluruh larangan dan akan tetap low profile untuk menghindari kontroversi di Malayasia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top