Zakir Naik Dilarang Ceramah di Seluruh Malaysia

publicanews - berita politik & hukumZakir Abdul Karim Naik. (Foto: The Star)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Polisi Diraja Malaysia memberi perintah kepada jajaran kepolisian di seluruh negara bagian untuk melarang ceramah Zakir Abdul Karim Naik. Sebelumnya, tujuh negara bagian lebih awal memberlakukan larangan itu. Ketujuh negara bagian itu adalah Malaka, Johor, Selangor, Penang, Kedah, Perlis, dan Sarawak

Juru bicara Polisi Diraja Malaysia Datuk Asmawati Ahmad mengatakan, pelarangan itu diterbitkan kepada semua kepolisian. "Demi kepentingan keamanan nasional dan untuk menjaga harmoni rasial," kata Asmawati kepada Malay Mail, Selasa (20/8).

Saat ini, penceramah kontroversial itu diduga telah melanggar pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian.

Zakir telah diperiksa dua kali. Kemarin, Zakir diperiksa mulai pukul 15.15 waktu setempat dan baru keluar dari markas kepolisian di Bukit Aman, Kuala Lumpur, pada Selasa pukul 01.30 waktu setempat.

Polisi menerima 115 aduan soal pendakwah asal Mumba, India itu. Pria 53 tahun yang telah mengantongi status permanent resident di Malaysia sejak 2015 itu tersangkut dua perkara yang membuatnya harus berurusan dengan penegak hukum.

Kasus pertama berdasarkan video yang viral berisi ucapannya yang mengatakan warga Hindu di Malaysia tidak mendukung Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, tapi mendukung PM India Narendra Modi.

Kemudian, aduan kedua yaitu ucapan Zakir yang menyebut etnis China (Tiongkok) sebagai 'tamu lama' sehingga harus pulang terlebih dulu dari dirinya yang kini diserukan untuk dideportasi dari Malaysia.

Penanganan kasus Zakir bergulir cepat setelah Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad menilai Zakir Naik 'cukuk jelas' telah bermain politik dan berusaha menghasut kebencian ras di Malaysia.

"Dia (Zakir Naik) ingin berpartisipasi dalam politik ras di Malaysia. Sekarang, dia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk," Mahathir menegaskan kemarin.

Bila kasus ini berlanjut hingga pengadilan, Zakir yang dijerat Pasal 504 KUHP terancam pidana dua tahun dan denda sejumlah uang. Zakir diketahui menghindar dari pemerintah India karena kasus pencucian uang dan ujaran kebencian.

Atas tuduhan yang ditujukan padanya, Zakir telah menyampaikan permintaan maaf. "Bukan niat saya untuk membuat marah individu atau komunitas. Itu bertentangan dengan prinsip dasar Islam, dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kesalahpahaman ini," katanya dalam sebuah pernyataan, Selasa ini.

Sebaliknya Zakir menuding banyak pihak yang mencoba menghalangi misinya, dengan memelintir ucapan-ucapannya. Hal itu membuatnya, ia dituduh sebagai rasis. Melalui kuasa hukumnya, ia telah melaporkan empat orang yang dianggap sebagai pefitnah dirinya.

Keempatnya yaitu Wakil Ketua Menteri II Penang bernama P Ramsamy, Anggota dewan Majelis Bagan Dalam Muniandy, mantan duta besar Datuk Dennis Ignatius, dan anggota Parlemen Malaysia dari Klang (Selangor) bernama Charles Santiago. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top