PM Malaysia Kecam Zakir Naik Bermain Politik Ras

publicanews - berita politik & hukumZakir Naik saat di Indonesia. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Perdana Mahathir (PM) Mohamad mengecam pernyataan ulama kontroversial Zakir Naik soal warga etnis China (Tionghoa) dan India di Malaysia. Mahathir menyebut Zakir secara sengaja masuk politik dengan menghasut kebencian ras di Malaysia.

"Dia bicara soal memulangkan warga etnis China ke China dan warga etnis India ke India. Itu politik," kata PM Mahathir dalam konferensi pers seusai peluncuran 62nd International Statistical Institute World Statistics Congress 2019, seperti dikutip The Star, Senin (19/8).

Menurut Mahathir, ucapan Zakir yang meminta etnis China di Malaysia untuk 'pulang terlebih dulu' dan mempertanyakan loyalitas warga etnis India di Malaysia. Kata-kata Zakir Naik, ia menambahkan, bersifat menghasut.

Mahathir geram terhadap Zakir karena persoalan etnis merupakan isu yang sensitif. Selama ini, katanya, ia sangat hati-hati ketika berbicara mengenai kelompok masyarakat di Malaysia. "Saya tidak pernah mengatakan hal-hal semacam ini. Tapi dia meminta warga etnis China untuk pulang," kata PM berusia 94 tahun itu.

Pemerintah, Mahathir menjelaskan, memberi kebebasan kepada Zakir untuk berbicara soal agama tapi bukan soal politik. "Tapi ini cukup jelas bahwa dia ingin berpartisipasi dalam politik ras di Malaysia. Sekarang, dia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk," ia menegaskan.

Ia kemudian mengungkit soal status kewarganegaraan yang diberikan kepada ulama asal India itu. Mahathir menyebut Zakir Naik telah melanggar hak istimewa sebagai seorang warga negara asing yang berstatus permanent resident (PR). Ia mengatakan, tidak mengetahui pihak yang memberi PR kepada pria yang diburu kepolisian India itu.

Mahathir mempersilakan kepolisian mengusut 115 aduan yang ditujukan kepada Zakir. Kepolisian Diraja Malaysia tengah menyelidiki dugaan pelanggaran pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian.

Dua pernyataan yang membuat Mahathir meradang tejadi saat Zakir tampil pada acara bincang-bincang agama, 'Executive Talk bersama Dr Zakir Naik' di Kota Baru, Kelantan, pekan lalu.

Zakir ditanya soal seruan agar ia segera dideportasi. Ia merespon dengan menyatakan agar warga China Malaysia untuk pulang lebih dulu karena mereka adalah 'tamu lama' di Malaysia.

Ia juga menyinggung warga Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi daripada PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Sebelumnyam, putri sulung Mahathir, Marina bereaksi keras atas dua pernyataan tersebut. "Itu banyak keluarga saya, memangnya siapa Anda memberitahu kami soal itu?" ujar Marina merespons pernyataan Zakir tersebut.

Tiga menteri keturunan India di Malaysia juga mendesak Zakir segera dideportasi ke India. Desakan yang sama dilakukan menteri termuda Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Direktur Badan Reserse Kriminal Federal PDRM, Komisioner Datuk Huzir Mohamed,segera melakukan penyelidikan terhadap Naik berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Pasal itu mengatur tentang larangan orang-orang yang berniat menghina untuk menghasut dan merusak ketertiban umum.

Zakir Naik terancam dua tahun hukuman penjara dengan sejumlah denda. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top