Amerika Serikat

Gara-gara Ada Muntahan, Penumpang Gugat Frontier Airlines Rp 781 Miliar

publicanews - berita politik & hukumRosetta Swinney diborgol polisi setelah dikeluarkan dari pesawat di Bandara Las Vegas, AS. Anaknya hanya bisa melihat sambil menangis. (Foto: Facebook/NikkiNicole)
PUBLICANEWS, North Carolina - Gara-gara ada muntahan di kursi pesawat, maskapai penerbangan Frontier Airlines digugat 55 juta dolar, sekitar Rp 781 miliar! Penggugatnya adalah Rosetta Swinney, yang menolak duduk di kursi tersebut, lalu 'ditendang' ke luar oleh awak pesawat.

Sidang gugatan perdata digelar di pengadilan federal North Carolina, Amerika Serikat, kemarin. Total ada enam alasan wanita kulit hitam itu menggugat, antara lain soal pencemaran nama baik, pelecehan, pelayanan yang buruk, dan ganti rugi atas kesengsaraan emosional.

Peristiwa pengusiran itu terjadi pada 20 April lalu, ketika Rosetta dan putrinya (14) hendak pulang ke Durham, North Carolina, dari Bandara Internasional McCarran Las Vegas. Saat hendak duduk di kursi pesawat Frontier Airlines, mereka menyentuh banyak muntahan.

Ia memprotes pramugari, namun mendapatkan jawaban sekenanya. "Pramugari hanya memberikan sekotak tisu dan sarung tangan dan meminta saya membersihkannya sendiri," kata Rosetta dalam sidang, seperti dikutip ABC11, Jumat (9/8). "Mereka mengatakan bukan tugasnya untuk membersihkan muntahan," ia menambahkan.

Awak kabin lainnya kemudian menyuruh ibu dan anak itu menunggu sampai seluruh penumpang masuk pesawat. Mereka bisa duduk hanya jika ada kursi kosong atau ikut penerbangan berikutnya. Tentu saja Rosetta mengomel, akibatnya awak pesawat memanggil polisi yang memintanya turun dengan alasan mengganggu keamanan penerbangan.

"Yang menyakitkan adalah saya diborgol di hadapan anak gadis saya, lalu dibawa pergi menjauh," ujar Rosetta. Anak gadisnya kemudian ditempatkan di Layanan Perindungan Anak Nevada.

"12 jam, bayangkan 12 jam aku ditahan. Terpisah dari anakkku," katanya.

Frontier Airlines akhirnya membatalkan tuduhan mengganggu penerbangan pada Juli lalu. Namun Rosetta tetap menggugat perdata maskapai, awak kabin, dan perusahaan Indigo Partners LLC.

Adapun Frontier berkilah bahwa Rosetta dan anaknya menolak duduk kembali setelah kursinya dibersihkan. Keduanya kemudian 'mengganggu penerbangan'. "Sang ibu tidak puas dengan respon kami dan menjadi pengganggu," ujar manajemen Frontier dalam rilisnya. "Keselamatan penumpang dan awak adalah prioritas utama kami di Frontier."

Rosetta menyebut rilis Frontier tersebut sebagai memutarbalikkan fakta. Nikki Nicole, seorang penumpang, juga menuduh maskapai berbohong dengan rilis tersebut.

"Saya melihat kru baru membersihkan kursi dari muntahan setelah penumpang dan anaknya diborgol," katanya, lewat Facebook. "Muntahan itu mengenai rok dan tas ransel anak gadisnya. Tidak ada penumpang lain yang mau duduk di sana," ia menambahkan.

Pengadilan memberi waktu 21 hari kepada Frontier untuk menanggapi dakwaan. Permintaan wawancara dari Fox8 dan ABC11 mereka tolak. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top