Malaysia

PM Mahathir Mohammad Sedang Berteka-teki Nasib Anwar Ibrahim

publicanews - berita politik & hukumPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Skandal video semburit --diduga-- antara Menteri Perekonomian Azmin Ali dengan Ketua Pemuda Partai Keadilan Rakyat (PKR) Santubong Muhammad Haziq Abdul Aziz, makin memuculkan polarisasi di tubuh pemerintahan Mahathir Mohammad. Hari ini, Datuk Mahathir akhirnya mengakui dua hari lalu sejumlah politisi oposisi diam-diam menemuinya.

"Apakah kalian memata-matai saya?" katanya, seperti dikutip media-media Malaysia, Kamis (1/8). "Benar ada pertemuan tersebut, tapi saya juga bertemu banyak orang, bukan hanya oposisi," ia menambahkan.

Mahathir (93) dinilai sedang berteka-teki, ia mengakui kedatangan politisi oposisi dari UMNO dan PAS itu untuk menyampaikan dukungan mereka agar ia tetap menjadi PM sampai akhir kekuasaan. Namun ia mengelak mengkonfirmasi apakah Menteri Azmin termasuk diantara mereka yang menemuinya.

"Ini adalah pertemuan rahasia. Saya tidak bisa memberi tahu Anda," ujarnya, sengit.

Di Malaysia kini berkembang rumor bahwa Mahathir tampaknya tidak akan menyerahkan kursi PM kepada Presiden PKR Anwar Ibrahaim (71), sesuai janjinya saat dilantik menjadi PM. Ia cenderung memilih Azmin Ali, wakil Anwar Ibrahim di partai terbesar dalam koalisi pemerintahan Pakatan Rakyat.

Diduga, kabar itulah yang melatarbelakangi penyebaran video seks sesama pria antara Azmin dan Haziq. Anwar telah membantah sebagai otak di belakang video viral tersebut.

PM Mahathir Hendak Jebloskan Anwar Ibrahim Seperti 20 Tahun Lalu?

Alih-alih membahas kebenaran sang pelakon video tak senonoh, Mahathir malah meminta penyebar video diproses hukum.

Menurut Penasihat Komunikasi dan Media Mahathir, Datuk Kadir A Jasin, tidak benar sang PM tidak menghendaki Anwar. Ia menegaskan Mahathir pasti akan menyerahkan kursinya pada suami Wakil PM Wan Azizah Wan Ismail itu.

Datuk Kadir menambahkan, video tersebut telah menjadi arena pertempuran dua kubu politik yang besar. Yakni antara Azmin yang mendukung Mahathir hingga akhir jabatan dan Anwar yang menginginkan suksesi segera. Isu itu dimanfaatkan oleh UMNO yang dikalahkan Pakatan Rakyat pada pemilu lalu.

"Koalisi UMNO-PAS hanya bertujuan memecah Pakatan Rakyat, mereka tahu Azmin bukanlah pendukung Anwar," Datuk Kadir menegaskan.

Video semburit tersebut, menurut Kadir, telah memunculkan konspirasi politik. Para pelakonnya (ia menghindari menyebut nama Azmin), bisa saja berdusta. "Tapi pasti akan menghantui sepanjang hidup mereka," ujarnya. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo01 Agustus 2019 | 21:56:33

    Wah bakal rumit dan memskannkorban tak bersalah lagi nih...

Back to Top