Juara Renang Olimpiade Tinggalkan Korsel di Tengah Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual

publicanews - berita politik & hukumPerenang Hungaria Juara II Olimpaide 2016 Tamas Kenderesi. (Foto: Hungary Today)
PUBLICANEWS, Budapest - Peraih medali perak Olimpiade 2016 perenang Tamas Kenderesi diam-diam telah pulang ke Hungaria di tengah penyelidikan kasus pelecehan seksual terhadap gadis Korea Selatan. Kenderesi adalah peserta Kejuaraan Dunia Akuatik di Gwangju, 330 kilometer arah selatan ibukota Seoul.

Laman Hungary Today menulis, Selasa (30/7), Kenderesi bisa pulang setelah membayar sejumlah uang yang diperkirakan setara dengan denda yang bakal dijatuhkan oleh pengadilan Korsel. Padahal, kantor berita Korsel Yonhap masih menyebut perenang spesialis gaya kupu-kupu itu dilarang meninggalkan Negeri Ginseng hingga 10 hari ke depan, sampai kasusnya selesai.

Kepolisian Gwangju menahan Juara II Kejuaraan Renang Eropa 2018 itu pada Minggu (28/7) pagi, setelah gadis penari klub malam Coyote Ugly melaporkan kasus pelecehan seksual pada pukul 03.00 waktu setempat. Malamnya, polisi membolehkan pria 22 tahun itu kembali ke kampung atlet, tapi tidak boleh keluar Korsel.

"Saya yakin semua orang bertanya-tanya tentang kasus saya dengan kepolisian Korea," Kenderesi menulis di akun Facebook-nya, hari ini. "Untuk menghindari kebingungan, baiklah saya menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi," ia menambahkan.

Ia kemudian menuliskan cerita versinya. Pada Sabtu (27/7) malam, ia keluar dari toilet klub malam Coyote Ugly. Saat hendak kembali ke lantai dansa, tangannya tidak sengaja menyentuh pantat gadis 18 tahun tersebut.

"Aku bahkan tidak berhenti, terus berjalan ke lantai dansa. Tiba-tiba gadis penari itu marah dan melaporkan aku," ujar pria kelahiran Bonyhad, Hungaria, itu.

Menurut versi korban kepada polisi, Kenderesi meremas dan meraba-raba seputar bokong beberapa saat. "Ia melakukannya lebih dari 30 detik," ujar sumber kepolisian Gwangju Seobu. Polisi punya rekaman CCTV kejadian.

Kenderesi membantah. "Sumpah, saya ingin mengatakan bahwa saya tidak meraba-raba atau memeluk gadis 18 tahun di tengah kerumunan," ia menegaskan.

Polisi memang mengatakan padanya bahwa mereka punya bukti rekaman, namun ia tidak pernah ditunjukkan saat pemeriksaan di Kantor Kepolisian Gwangju Seobu. Kenderesi menegaskan, ia belum sampai tahap melakukan 'pelanggaran serius'.

"Tapi saya tetap ingin meminta maaf kepada gadis Korea itu jika saya benar-benar telah menyakitinya," katanya. "Namun, aku sepenuhnya menolak tuduhan pelecehan seksual."

Agak aneh Korsel melepas tersangka pelaku pelecehan seksual mengingat hukum di sana dikenal ketat. Hungary Today menduga, polisi mengizinkan Kenderesi pulang karena masih disibukkan penyelidikan ambruknya balkon klub malam yang berada di atas kolam renang tersebut.

Perlu diketahui, kasus pelecehan seksual ini terjadi hampir bersamaan dengan robohnya balkon tempat dugem 'si Anjing Hutan Buruk'. Sebanyak 2 WN Korsel meninggal dan sedikitnya 16 pengunjung terluka. Sebagian besar pengunjung adalah atlet peserta Kejuaraan Dunia Akuatik, Tamas Kenderesi salah satunya. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top