Pencak Silat Digemari Warga Mesir

publicanews - berita politik & hukumDubes RI untuk Mesir Helmy Fauzi dan salah satu pemenang Kejuaraan Nasional ke-7 Pencak Silat Tapak Suci Mesir 2019, di Kairo, Minggu (28/7) malam. (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Minggu (28/7) malam waktu setempat, Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir Helmy Fauzy menutup secara resmi Kejuaraan Nasional ke-7 Pencak Silat Tapak Suci Mesir 2019. Acara diadakan di Arab Contractors Sport Club, Naser City, Kairo, dihadiri lebih dari 600 penonton.

Dubes Helmy dalam sambutan penuturan mengatakan, pencak silat Tapak Suci selain mengajarkan seni bela diri juga mendidik akhlak mulia anggotanya, antara lain sifat tawadluk, bersabar, berani dalam kebenaran, dan menghormati orang lain.

"Pencak Silat Indonesia menjadi alat diplomasi yang penting dalam menjalin kerja sama antara Indonesia dan Mesir. Untuk itu KBRI selalu aktif mendukung dan memfasilitas semua kegiatan untuk pendidikan dan promosi pencak silat di Mesir ini," kata Helmy dalam rilis yang diterima Publicanews pada Senin (29/7) malam.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Usman Syihab menyebutkan bahwa pencak silat Tapak Suci mulai diajarkan dan disebarluaskan untuk masyarakat Mesir melalui Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) sejak 2011. Sejak saat itu, pencak silat terus berkembang.

Sampai hari ini, Usman Syihab menambahkan, lebih dari seribu warga Mesir menjadi peserta didik perguruan pencak silat. Lebih dari 600 di antara mereka belajar di Puskin Kairo, selebihnya di Alexandria, Banha, dan beberapa kota lainnya.

Kejuaraan nasional pencak silat Tapak Suci Mesir diadakan dua tahun sekali, difasilitasi dan didukung penuh oleh Atase Pendidikan KBRI Mesir melalui salah satu kegiatan Puskin. Dalam kejuaraan tahun ini, dibuka semua cabang baik dari anak-anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan. Mayoritas peserta adalah warga Mesir yang belajar silat di Puskin.

Menurut Ketua Tapak Suci Mesir Roni Irawan, hingga saat ini di Puskin tercatat sebanyak 600 peserta pemegang sabuk kuning, 20 siswa sabuk biru, dan 1 siswa sabuk hitam. Tim pelatih beranggotakan 23 orang WNI dan WNA Mesir. (ian/*)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah02 Agustus 2019 | 07:04:39

    Manteb nih...membanggakan Indonesia

  2. shes one the @siswandi30 Juli 2019 | 17:22:29

    Patut berbangga hati sebagai bangsa indonesia yg memiliki budaya yg sdh mendunia.

    Kl bisa budaya lainnya dpt dikenal dan disukai oleh bangsa dunia yg lainnya.

Back to Top