Malaysia

PM Mahathir Hendak Jebloskan Anwar Ibrahim Seperti 20 Tahun Lalu?

publicanews - berita politik & hukumPM Malaysia Mahathir Mohammad dan Presiden PKR Anwar Ibrahim dalam acara Pakatan Harapan, koalisi penyokong pemerintah. (Foto: Bernama)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Perang antara PM Malaysia Mahathir Mohammad dengan Anwar Ibrahim 20 tahun lalu dikhawatirkan kembali terjadi. Hal ini menyusul pernyataan Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Abdul Hamid Bador yang menyebut penyebar video semburit, seks sesama pria, yang menggegerkan Malaysia dibayar ratusan ribu Ringgit.

Hari ini, Mahathir langsung menyambar pernyataan tersebut. Alih-alih membicarakan siapa pelakon video tak senonoh itu, Mahathir malah meminta polisi menyeret dalang penyebaran video ke pengadilan.

"Saya pikir mereka harus dihukum," kata Mahathir, seperti dikutip media-media Malaysia, Selasa (23/7) siang. "Ini bukan jenis politik yang kita inginkan," ia menambahkan.

PM tertua di dunia itu --usianya 93 tahun ketika memenangkan periode keduanya pada Mei 2018 lalu-- membantah pernyataannya merupakan dukungan terhadap Menteri Perekonomian Datuk Seri Azmin Ali. Padahal, publik Malaysia yakin bahwa pelakon seks gay itu adalah Azmin dan Ketua Pemuda Partai Keadilan Rakyat (PKR) Sanbutong Muhammad Haziq Abdul Aziz. Video mereka tersebar di media sosial dan menampakkan wajah yang jelas --amat sangat mirip Azmin.

Mahathir mengalihkan isu menjadi siapa dalang penyebar video. Ia mengatakan, video sengaja disebar untuk mencegah karir politik seseorang. "Ini sudah direncanakan dan saya tidak akan memilih agen perencana sukses tersebut," ujarnya.

Sejumlah media asing menyebut Mahathir adalah pemenang dalam isu perseteruan antara dua calon penerusnya --Anwar Ibrahim dan Azmin Ali. Ia pernah menyatakan hanya akan menyerahkan kursi PM kepada Anwar setelah kondisi Malaysia stabil dan keretakan internal Koalisi Pakatan Harapan terselesaikan.

Namun perseteruan Presiden PKR (partai terbesar Pakatan) Anwar Ibrahim dan wakilnya Azmin Ali tak terbendung menyusul viral video semburit tersebut.

Video Seks sang Menteri Asli, Kepala Kepolisian Malaysia Kini Gamang

Pengamat politik Oh Ei Sun mengungkapkan kepada Bloomberg, Azmin harus berterima kasih pada Mahathir yang membelanya dalam kasus video tersebut. Di sisi lain, karir politik Anwar akan tamat jika terbukti ia adalah dalang penyebaran.

Melalui blog pribadinya, Mahathir mengisyaratkan menolak dituduh sedang menyusun rencana menjebloskan kembali Anwar seperti 20 tahun lalu. "Saya tidak akan menggunakan isu ini sebagai alat politik," katanya. "Ini tentang seseorang yang menggunakan politik kotor. Bukan soal moralitas (pelakon video). Masalah politik harus diselesaikan secara politik," ia menegaskan.

Adapun pengamat politik Azman Awang Pawi dari Universitas Malaya menyebut, tak bisa dibantah Mahathir mengambil keuntungan dari perseteruan Anwar-Azmin. Menurutnya, Mahathir memiliki kepentingan politik ingin mempertahankan jabatan perdana menteri sesuai kemauannya.

"Tanpa harus tunduk pada seruan rakyat untuk mundur," ujar Awang. Ia merujuk pada janji Mahathir untuk tidak akan lama menjadi PM dan segera menyerahkannya pada Anwar.

Ada pula yang menyatakan Mahathir sesungguhnya tidak memilih dua-duanya, Anwar atau Azmin. Melainkan ia tengah mempersiapkan putranya sendiri Menteri Negara Bagian Kedah Mukhriz Mahathir.

"Dengan skandal ini, dia memiliki banyak pilihan," kata Aaron Conelly, peneliti di International Institute for Strategic Studies.

Mahathir pernah menjebloskan Anwar ke penjara menyusul isu korupsi dan skandal homoseks pada 1999 silam. Saat itu Anwar adalah Wakil PM, sekaligus penantang kuat Mahathir. Kabarnya, isu tersebut ditiupkan oleh Nadjib Razak, untuk memuluskan jalan menggantikan PM Mahathir. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top