Video Seks sang Menteri Asli, Kepala Kepolisian Malaysia Kini Gamang

publicanews - berita politik & hukumKepala Kepolisian Nasional Malaysia Inspektur Jenderal Abdul Hamid Bador. (Foto: Malaymail)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Kepala Kepolisian Malaysia Datuk Seri Abdul Hamid Bador kini gamang. CyberSecurity telah mengkonfirmasi bahwa video seks yang melibatkan Menteri Perekonomi Datuk Seri Azmin Ali adalah asli alias bukan hasil editan.

Namun ia mengaku tidak berwenang memastikan apakah pelakon video semburit, hubungan intim sesama pria, itu adalah Menteri Azmin dan Ketua Pemuda Partai Keadilan Rakyat (PKR) Santubong Muhammad Haziq Abdul Aziz seperti diisukan selama ini.

"Bukan kewenangan kami untuk menyebut identitas pelakon," katanya, seperti dikutip media-media Malaysia hari ini, Kamis (18/7). "Saya berharap orang-orang memahami kendala yang saya hadapi," ia menambahkan.

Pernyataan Inspektur Jenderal Abdul Hamid bisa menjadi subyek perkara jika ia salah memberi pernyataan. Itu sebabnya ia terus menghindar ketika didesak untuk menyebut nama dua pria yang videonya bikin geger Malaysia tersebut.

Ia meminta publik bersabar karena kasus ini rumit. "Ada orang yang menekan saya meminta kepastian. Kami tidak bisa mempercepat penyelidikan. Izinkan kami menyelidiki kasus ini dengan benar," ujarnya.

Haziq sudah mengakui bahwa ia salah satu pelakon video seks gay tersebut. Lawan mainnya adalah Menteri Azmin. Ada empat kali ia semburit dengan Wakil Presiden PKR tersebut, terakhir di Hotel Fourpoint, Sandakan, pada akhir Mei. Ia mengatakan, Azmin yang merekam percintaan mereka secara diam-diam.

Akui Pelakon Video Seks Sejenis dengan Menteri, Haziq Dilaporkan Polisi

Hari ini, Presiden PKR Anwar Ibrahim (71) membantah telah menekan Azmin untuk mundur sebagai penantang kursi Perdana Menteri menggantikan Mahathir Mohammad. Indikasi perpecahan di tubuh PKR menyeruak menyusul viralnya video sejak akhir Ramadan lalu.

Azmin dikabarkan jadi 'anak emas' Mahathir, padahal sang PM pernah berjanji menyerahkan kursinya pada Anwar. Anwar berkali-kali mengatakan ia mendapat dukungan penuh dari PKR, partai terbesar dalam koalisi Pakatan Harapan, pemenang pemilu.

Oleh karena itu ia tidak perlu meminta Azmin mengurungkan niatnya menjadi sang penantang.

"Saya mendapat dukungan dari Pakatan Harapan dan perdana menteri," katanya. "Tidak adil bagiku atau Azmin untuk menunjukkan sebaliknya," ia menegaskan.

Anwar pernah diguncang isu homoseks ketika menjabat Wakil PM Malaysia --saat itu PM-nya adalah Mahathir. Pada 2009, ia divonis 6 tahun penjara untuk tuduhan korupsi dalam sidang yang dinilai penuh kontroversi. Setahun kemudian, suami Wakil PM Wan Azizah Wan Ismail itu mendapat tambahan vonis 6 tahun dalam kasus sodomi.

Nadjib Razak, yang saat itu posisinya mirip Azmin sekarang, membantah bahwa ia yang mengarang cerita soal Anwar tersebut. Nadjib diketahui kemudian menjadi PM.

Bisa dipahami jika Kepala Kepolisian Malaysia gamang di tengah pertarungan politik tingkat tinggi tersebut. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top