Malaysia

Enam Penyebar Video Mesum Menteri Azmin Ditangkap, Salah Satunya sang Pelakon

publicanews - berita politik & hukumHaziq Abdul Aziz saat ditangkap polisi pada 26 Juni lalu, namun kemudian dilepas. Ia mengaku pelakon pria dalam video seks sejenis diduga bersama Menteri Perekonomian Malaysia. (Foto: Malaymail)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Markas Besar Polisi Diraja Malaysia menangkap enam orang tersangka penyebar video seks sejenis (diduga) Menteri Perekonomian Azmin Ali dengan Muhammad Haziq Abdul Aziz, Minggu (14/7) malam. Namun Direktur Intelijen Komisaris Datuk Huzir Mohamed menyatakan terlalu dini untuk mengabarkan masih akan banyak lagi yang ditangkapi.

"Kami menangkap enam orang itu untuk membantu penyelidikan kasus pelanggaran Pasal 233 UU Komunikasi dan Multimedia (UU ITE di Indonesia)," kata Datuk Huzir, Senin (15/7), seperti dikutip The Star.

Bukit Aman --markas besar Kepolisian Malaysia-- menduga ada jaringan di belakang penyebaran video seks sesama pria politisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar Ibrahim itu.

"Kami belum tahu dalangnya, tetapi ada petunjuk jaringan di belakang mereka," Inspektur Jenderal Abdul Hamid Bador menambahkan.

Polisi masih menyelidiki keaslian video mesum Azmin Ali-Haziq tersebut. Dua kali berkas penyelidikan polisi ditolak jaksa penuntut umum karena dinilai tidak lengkap.

Haziq sendiri telah mengaku sebagai salah satu dari dua pria pelakon video. Lawan mainnya, kata Haziq, adalah Menteri Azmin, yang juga Wakil Presiden PKR. Namun karena pengakuannya tersebut Ketua Pemuda PKR Sabtubong itu dipecat lewat sidang etik partai. Ia dinilai telah mempermalukan PKR lewat pengakuannya.

Menteri Perekonomian Malaysia Tolak Uji Kebohongan Soal Video Seksnya

Azmin dengan tegas membantah sebagai pelakon pria bersama Haziq, namun ia juga menolak uji kebohongan.

Polisi kini membentuk tim gabungan terdiri dari polisi dan pejabat Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) untuk menyelidiki kasus ini. Haziq dan lima orang yang ditangkap (tidak disebutkan identitasnya) ditahan untuk 20 hari ke depan.

Hakim Namirah Hanum Mohamed Albaki mengeluarkan perintah penahanan mereka pada hari ini, dengan tuduhan pelanggaran Pasal 377B KUHP dan Pasal 233 UU ITE Malaysia.

Pelanggaran terhadap Pasal 377B KUHP diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan Pasal 233 UU ITE menyatakan denda maksimum 50 ribu RM, sekitar Rp 169 juta, atau penjara paling lama satu tahun.

Video hubungan intim dua pria tersebut disebar ke group WhatsApp jurnalis dan politisi Malaysia. Malah ada yang mengirimkannya ke kanal YouTube dan situs-situs porno. Semuanya ada tiga video.

Sidang perdana terhadap Haziq dan lima orang tersebut akan digelar pada 20 Juli mendatang. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top