Jepang

Jalan Panjang Shiori Ito Buktikan Ia Diperkosa 'Teman' PM Shinzo Abe

publicanews - berita politik & hukumPerempuan jurnalis Shiori Ito (30) korban pemerkosaan wartawan senior TBS Jepang. (Foto: Rex Features)
PUBLICANEWS, Tokyo - Perjuangan perempuan jurnalis Shiori Ito (30) untuk mengalahkan terduga pemerkosanya agaknya masih akan panjang. Hari ini, dalam sidang di Pengadilan Distrik Tokyo, Jepang, ia mengisyaratkan ada yang menginginkan kasus ini kembali menguap.

"Aku putus asa," katanya, seperti dilansir kantor berita Kyodo, Senin (8/7).

Kasus ini sudah berjalan empat tahun. Pada 2016, Jaksa menolak laporan Ito ke polisi dan menyatakan tidak ada cukup bukti tuduhan pemerkosaan yang dilakukan oleh mantan jurnalis senior Tokyo Broadcasting System (TBS) Noriyuki Yamaguchi. Ito kemudian mengadu ke Komite Jaksa Penuntut Umum pada September 2017, yang juga menyatakan tidak ada alasan untuk melanjutkan kasus ini.

Didukung 150 jurnalis muda Jepang lewat tagar #MeToo, Ito kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap mantan Kepala Biro TBS Washington tersebut. Ia menuntut ganti rugi 11 juta Yen atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Yamaguchi yang membantah memperkosa Ito membalas dengan menggugat balik. Ia meminta ganti rugi 130 juta Yen, pada Februari 2019.

Sidang hari ini merupakan lanjutan saling gugat perdata tersebut. Kepada hakim, Ito bersikukuh telah diperkosa pada suatu malam tahun 2015 silam. Saat itu ia menemui Yamaguchi di sebuah resto sushi untuk konsultasi pekerjaan.

"Saya merasa pusing seusai makan bersamanya, dan ketika sadar saya telah berada di sebuah kamar hotel. Saya telah diperkosa," katanya dalam sidang.

Ito percaya Yamaguchi mencampur minumannya dengan obat bius --sayangnya, ia tidak punya bukti.

Yamaguchi dalam sebuah surat terbuka di majalah bulanan Hanada edisi Desember 2018, menyangkal menyeret Ito ke kamar hotel. Ia mengatakan bahwa Ito terlalu banyak minum sake. Dan bahwa apa yang dilakukannya atas persetujuan wanita cantik tersebut.

Kanal televisi BBC2 secara khusus menelisik kasus ini lewat film dokumenter bertajuk Japan's Secret Shame. Mereka mendapatkan rekaman CCTV saat Yamaguchi berbicara dengan temannya soal 'gadis cantik yang mabuk'.

Ada pula pengakuan sopir taksi yang diminta Yamaguchi mengantarkannya ke hotel bersama Ito, padahal Ito sebelumnya meminta pulang. Lalu ada video ketika Yamaguchi memapahnya masuk kamar hotel.

Kanal TV Inggris itu menyebut kasus ini alot diduga karena Yamaguchi berteman dengan PM Shinzo Abe. Yamaguchi adalah penulis biografi Abe. Polisi nyaris menangkapnya ketika ia keluar dari Bandara Narita, seusai menerima laporan Ito. Namun Jaksa membatalkan penangkapan tersebut hanya beberapa menit sebelumnya.

"Sampai hari ini saya masih dihantui kasus ini," Ito menegaskan di hadapan hakim.

Kasus kejahatan seksual di Jepang kerap berakhir di lemari arsip polisi. Itulah sebabnya pada Juli 2018 lalu Jepang merevisi KHUP yang sudah berumur seabad. Revisi, antara lain, meliputi perluasan definisi pemerkosaan. Jika sebelumnya pemerkosaan terbatas pada penetrasi vagina oleh penis, sekarang termasuk seks anal dan oral paksa. Ancaman hukumannya pun menjadi 5 tahun dari sebelumnya maksimal 3 tahun.

Namun, kasus Ito menunjukkan Jepang masih memiliki jalan panjang untuk membuktikan kasus pemerkosaan. Ito percaya ia digagalkan oleh institusi penegak hukum.

"Ada stigma di Jepang tentang kekerasan seksual, bahwa itu sebaiknya disembunyikan di bawah karpet, bukan untuk dibicarakan," katanya, masygul. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top