Mesir

Jepara dan Dimyat Jadi Kota Kembar, Penjajakan Segera Dilakukan

publicanews - berita politik & hukumPertunjukan seni budaya dalam pagelaran 'Hari Budaya Indonesia-Mesir' di Kota Dimyat, yang digelar oleh KBRI bersama Perpustakaan Umum Mesir di Kota Dimyat, Kamis (4/7). (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Dimyat - Kedubes RI Mesir dan Provinsi Dimyat bersepakat menjajaki Kota Dimyat dan Jepara sebagai kota kembar atau sister city. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI M Aji Surya dengan Gubernur Dimyat Manal Awad mengawali keiatan 'Hari Budaya Indonesia-Mesir' di Kota Dimyat, Kamis (4/7) kemarin.

Rencana menjadikan Dimyat dan Jepara sebagai kota kembar diawali dengan penjelasan Gubernur Manal yang menceritakan ibukota Dimyat sebagai kota industri furnitur dan mebel terbesar di Mesir.

"Bahkan, kami memiliki kawasan industri furnitur baru yang luasnya mencapai 50 ribu Km2," kata wanita gubernur kedua di Mesir tersebut, sebagaimana rilis KBRI Mesir yang diterima Publicanews pada Jumat (5/7) siang.

KUAI Aji kemudian menceritakan bahwa Indonesia juga memiliki banyak sentra industri ukiran dan furnitur. Yang paling terkenal adalah Jepara, Jawa Tengah.

Mendengar informasi tersebut, Gubernur Manal menawarkan kerja sama kota kembar agar keduanya bisa lebih bekerja sama dalam pengelolaan industri perkayuan dan furnitur.

"Jika hal ini disetujui oleh pihak Indonesia, saya siap berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat ini untuk menandatangani MoU Kota Kembar tersebut sekaligus meninjau industri ini di Kota Jepara," Awad menambahkan.

KUAI Aji menyambut baik keinginan tersebut. "Kami tunggu draf MoU dimaksud, sehingga dapat segera kami sampaikan kepada pihak terkait di Indonesia,” ujarnya.

'Hari Budaya Indonesia-Mesir' ini digelar menyusul sukses penampilan seni budaya Indonesia di berbagai kota Mesir. Kali ini, bekerja sama dengan Perpustakaan Umum Mesir di Kota Dimyat, KBRI menggelar perhelatan di kota ujung Nil tersebut.

Dari Indonesia ditampilkan tari Saman, Zapin, tari Bali, tari Nusantara, dan pencak silat. Para penampil merupakan anggota Sanggar Kinanah binaan Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Kairo.

Adapun Mesir menampilkan dua visualisasi drama bertema nasionalime, dengan penampil pelajar binaan Perpustakaan Umum Mesir, Dimyat. (oca/*)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli05 Juli 2019 | 21:20:47

    Semoga akan muncul kota kembar yg lainnya lagi ...

    Sukses buat pak dubes ... 👍

Back to Top