Pangeran UEA Tewas di Tengah Pesta Narkoba dan Seks di London

publicanews - berita politik & hukumSheik Khalid bin Sultan Al Qasim (39), putra penguasa Sharjah, Uni Emirat Arab, yang meninggal di tengah pesta seks dan narkoba di London. (Foto: Alpha Press)
PUBLICANEWS, London - Seorang pangeran dari Uni Emirat Arab (UEA) ditemukan tewas di rumahnya di London, Inggris, di tengah-tengah pesta seks dan narkoba. Seorang stafnya menemukan mayat Sheik Khalid bin Sultan Al Qasim (39) di penthouse Knightsbridge pada Senin pagi.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan obat-obatan terlarang di beberapa ruangan penthouse tersebut. Namun mereka diminta untuk diam.

Seorang sumber mengatakan, beberapa tamu minum alkohol, narkoba, sambil berpesta seks. "Diduga Sheik Khalid mati mendadak akibat mengonsumsi narkoba. Keluarga Pangeran meminta polisi untuk tidak memberi keterangan apapun," kata sang sumber, seperti ditulis The Sun, Selasa (2/7) malam waktu setempat.

Ayah Sheik Khalid, Sultan bin Mohammed Al Qasim, adalah penguasa Sharjah, kota ketiga terbesar di Uni Emirat Arab, yang kaya minyak. Keluarga itu memiliki perkebunan di Sussex, Inggris, yang dikelola oleh kakak Sheik Khalid. Sang kakak juga meninggal karena overdosis pada 1999 dalam usia 24 tahun.

Kepolisian London menyebut kematian Khalid sebagai 'tidak dapat dijelaskan' dan tidak ada yang diamankan maupun menjadi tersangka.

Sultan Qasim mengumumkan tiga hari berkabung dan menyebut anaknya 'dalam dekapan Tuhan'.

Khalid adalah pewaris kekuasaan Sharjah. Di London, ia dikenal sebagai perancang busana dan pemilik label kelas atas Qasimi. Ia penggemar penyanyi Lady Gaga dan Cheryl Tweedy. Ia juga belajar arsitektur dan pernah memenangkan penghargaan fotografi.

Sumber itu mengatakan, seperti para pangeran dari Arab lainnya, Sheik Khalid menikmati kebebasan di London. "Tapi kini berakhir dengan sangat tragis," ujarnya.

Pengembang Apartemen Knightsbridge menuturkan, Khalid punya 12 rumah yang tersebar di Inggris, masing-masing seharga 90 juta Pound, atau sekitar Rp 1,6 triliun per unit.

Teman dekat dan mantan mitra bisnisnya Elliott Frieze mengatakan bahwa Sheik Khalid seorang pekerja keras dan berbakat. "Dia orang yang luar biasa," ujarnya.

Beberapa kawannya berbagi kesedihan mereka melalui media sosial, termasuk fotografer fesyen Mariano Vivanco. Ia menyebut Sheik Khalid sebagai 'malaikatku'. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top