Sultan Brunei Tunda Hukum Rajam Bagi LGBT

publicanews - berita politik & hukumSultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. (Foto: Bruneitimes)
PUBLICANEWS, Brunei - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menunda rencana hukum rajam bagi kaum Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT), pelaku sodomi, dan pemerkosa. Meski demikian, Sultan terkaya di dunia ini akan tetap menerapkan syariat Islam pada saatnya nanti.

Sultan Hassanal, seperti dikutip Reuters, Senin (5/5), mengatakan terjadi banyak pertanyaan dan kekeliruan dalam memahami hukum Syariah (SPCO). Hal itu tercermin dari protes dan boikot banyak pesohor, pegiat HAM, dan Amnesty Internasional.

"Bagaimanapun kami meyakini setelah hal ini jelas, kebaikan hukum itu akan terlihat," kata Sultan berusia 72 tahun itu.

Semula hukum rajam dengan cara melempari pelaku dengan batu sampai meninggal itu akan diberlakukan pada 3 April lalu. Namun kebijakan ini menyulut penolakan keras.

Sejumlah hotel ternama di bawah pengelolaan Dorchester Collection milik Sultan Hassanal ramai-ramai diboikot. Suara boikot lantang digemakan selebritas dunia seperti George Clooney, Elton John, dan Ellen DeGeneres.

Brunei Terapkan Hukum Rajam bagi Pezina dan Pasangan Sejenis Rabu Depan

Deretan hotel Sultan itu tercatat berada di AS dan Eropa, di antaranya The Dorchester (Inggris), 45 Park Lane (Inggris), dan Coworth Park (Inggris).

Kemudian, The Beverly Hilton Hotel (AS), Hotel Bel-Air (AS), Le Meurice (Perancis), Hotel Plaza Athénée (Perancis), Hotel Principe di Savoia (Italia), dan Hotel Eden (Italia).

Kembali soal hukum rajam, Sultan berkeyakinan bahwa syariat Islam bertujuan menjamin perdamaian dan harmoni.

Bahkan, kata Sultan, penegakan hukum itu akan menjaga moral dan martabat negara sekaligus menjamin privasi individu.

Sultan punya alasan kuat untuk menerapkan syariat Islam kepada warganya. Hukum itu telah diadopsi dalam sistem hukum di Brunei sejak 2014 lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top