Teror Masjid Selandia Baru

Christchurch Belum Aman, Polisi Temukan Bom dan Tangkap Seorang Pria

publicanews - berita politik & hukumKepolisian Distrik Canterbury, Chrisctchurch, Selandia Baru, berjaga-jaga di sekitar lokasi penemuan bom di Jalan Newcastle, Selasa (30/4) sore. (Foto: Stuff)
PUBLICANEWS, Christchurch - Kota Christchurch, Selandia Baru, ternyata belum aman pasca serangan teroris di dua masjid pada 15 Maret lalu. Selasa (30/4) sore ini, Kepolisian Distrik Canterbury, menangkap seorang pria 33 tahun.

Penangkapan ini menyusul ditemukannya bom dan amunisi di halaman kosong sebuah rumah di Jalan Newcastle, Phillipstown, Christchurch. Kepolisian langsung menutup seluruh akses jalan ke Phillipstown dan warga di sekitar diungsikan.

"Polisi telah menemukan paket berisi bahan peledak dan amunisi di rumah kosong di Jalan Newcastle," kata Komandan Kepolisian Distrik Canterbury John Price, seperti dikutip New Zealand Herald, sore ini waktu setempat.

Tim penjinak telah mengamankan bom tersebut dan mensterilkan TKP. Seorang wanita warga Christchurch mengatakan, ia melihat sekitar 23 mobil polisi mengepung halaman kosong tersebut.

"Ada banyak polisi di properti kosong itu. Hanya itu yang saya tahu. Tapi jelas ini bukan latihan perang," ujar wanita yang tinggal di seberang TKP.

Besok, Teroris Putih Brenton Tarrant Hadapi Dakwaan Membantai 50 Jemaah

TKP penemuan bom tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari masjid di Jalan Linwood. Masjid tersebut, bersama Masjid Al-Noor, diserang oleh teroris asal Australia Brenton Tarrant (28) ketika penuh jemaah salat Jumat. Akibatnya 50 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Pembantaian jemaah masjid ini merupakan tragedi paling kelam dalam sejarah Selandia Baru.

Dalam sidang perdananya pada 5 April lalu, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Tarrant membantai 50 orang --salah satunya WNI Muhammad Abdul Hamid-- dan 39 percobaan pembunuhan. Tarrant terlihat tidak menyesali perbuatannya sehingga hakim meminta Jaksa memeriksakan kondisi kejiwaan penganut Ku Klux Klan tersebut. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top