Teror Masjid Selandia Baru

Bocah Korban Bom Itu Bertanya pada Pangeran William: Anda Punya Anak Perempuan?

publicanews - berita politik & hukumPangeran William dari Inggris mengunjungi Alen Alsati, bocah korban bom masjid Christchurch yang baru tersadar dari koma, Kamis (25/4) sore. (Foto: Twitter/@Kensington Palace)
PUBLICANEWS, Auckland - Pangeran William dari Inggris tersentak ketika mengunjungi korban bom teroris di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, Kamis (25/4) sore.

Ia duduk di tepi ranjang Alen Alsati, bocah perempuan 4 tahun yang baru tersadar dari koma pasca serangan bom pada 15 Maret lalu. William (37) memegang tangan bocah berpipi tembam itu sambil menyapanya. Momen yang mengharukan.

Alen tiba-tiba bertanya pada pewaris kedua tahta Kerajaan Inggris --setelah ayahnya Pangeran Charles.

"Yang Mulia, apakah Anda punya anak perempuan seusia saya?" tanya Alen, seperti dikutip New Zealand Herald.

Suami Kate Middleton itu tertegun sejenak. Ia lalu tersenyum. "Tentu saja, namanya Charlotte," ujar ayah tiga anak tersebut. Charlotte adalah anak keduanya yang kini berusia 4 tahun.

Alen tertembak di tiga tempat saat berjalan ke Masjid Al-Noor, yakni bokong, perut, dan tumit. Ia kemudian dijatuhkan ayahnya Wasseim Alsati untuk menghindari kepalanya yang tengah diincar teroris Brenton Tarrant. Akibatnya, kepalanya terbentur aspal. Alen menderita kerusakan otak dan koma, sebelum ia akhirnya sadar akhir pekan lalu.

Kedatangan Duke of Cambridge ke kota di Selandia Baru selatan itu merupakan lawatan solo selama dua hari. Ia mampir ke lokasi pembantaian oleh teroris asal Australia yang menewaskan 50 jemaah, sebelum terbang ke Ibukota Auckland untuk menjenguk korban luka-luka di Rumah Sakit Starship Children.

Ditemani PM Selandia Baru Jacinda Ardern, helikopter selalu menderu-deru di atas kemana pun William melangkah. Polisi menjaga ketat setiap sudut Christchurch, begitu pula ketika putra sulung pasangan Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana itu ke RS Starship Children. Regu penembak runduk (sniper) di tempatkan di setiap atap bangunan.

William tidak banyak bicara, sementara PM Ardern dalam pidato yang emosional mengatakan bahwa kunjungan ini untuk memperingati nilai-nilai kebersamaan Selandia Baru pasca serangan teror.

"Mari kita berkomitmen untuk selalu mengingat nilai-nilai kemanusiaan, bahwa ada lebih banyak hal yang menyatukan kita daripada yang memecah belah kita," katanya. "Rasa kebebasan kita sama kuatnya dengan rasa tanggung jawab kita satu sama lain dan bukan hanya sebagai negara tetapi sebagai manusia."

Besok, William --yang dipanggil si Botak oleh istrinya Middleton-- akan kembali mengunjungi korban bom di rumah sakit Christchurch. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan komunitas Muslim di masjid-masjid kota tersebut.

Kunjungan ke Christchurch ini bukan pertama bagi William. Ketika kota terbesar ketiga di Selandia Baru itu mengalami gempa bumi hebat pada 2011, ia juga ke sana. Lalu pada 2014, William datang bersama sang istri.

Selandia Baru adalah bagian dari Persemakmuran Inggris Raya atau British Commonwealth. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top