Korea Selatan

Polisi Minta Surat Penangkapan Bintang K-Pop Seungri

publicanews - berita politik & hukumSeungri dan artis Indonesia Raline Shah di Pulau Pamalican, Filipina, saat merayakan ultahnya pada 9 Desember 2017. (Foto: Instagram/@ralineshah)
PUBLICANEWS, Seoul - Kepolisian Seoul sedang meminta surat penangkapan terhadap anggota boy band Big Bang, Lee Seung-hyun (28). Hal itu dilakukan setelah mereka menemukan bukti bahwa Seungri, nama panggung Seung-hyun, membayar delapan pelacur dalam pesta ulang tahunnya di Pulau Pamalican, Filipina, pada 9 Desember 2017.

Menurut laman chosun.com, kasus prostitusi ini terjadi sebelum Seungri membuka klub malam Burning Sun yang kontroversial di Distrik Gangnam. Polisi menengarai klub mewah ini menjadi sarang prostitusi, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan perilaku seks tidak wajar.

Meskipun para wanita yang didatangkan ke Filipina membantah melayani seks untuk tamu Seungri, namun polisi menemukan ada transfer yang tidak wajar ke rekening sebuah bar.

"Kami menemukan bahwa Seungri mengirim uang ke rekening bank di bar yang mempekerjakan para wanita," kata sumber kepolisian, Senin (15/4).

Nilai transaksinya terlalu besar untuk sekadar uang tiket pesawat dan akomodasi. "Ini bisa diindikasikan sebagai pembayaran untuk layanan seks," sumber chosun.com tersebut menambahkan. Konon, untuk mendatangkan ke delapan wanita itu ke Filipina, Seungri menghabiskan Rp 7,5 miliar.

Model dan pemain film Indonesia Raline Shah hadir dalam pesta ultah Seungri di Filipina itu. Raline telah mengklarifikasi kehadirannya dalam acara tersebut karena ia berteman baik dengan Seungri.

"Sejujurnya, saya tidak banyak tahu-menahu mengenai itu. Seungri adalah teman saya, sebagaimana saya berteman dengan pekerja seni lainnya di Korea atau negara-negara lain," ujar Raline, beberapa waktu lalu.

Seungri dan mitra usahanya Yoo In Suk (34) sedang dalam penyelidikan sebagai mucikari. Polisi menduga mereka berkongsi mendirikan klub malam Burning Sun sebagai tempat pelacuran kelas atas.

Polisi mencurigai anggota termuda sekaligus ikon Bing Bang itu juga melakukan penggelapan pajak, merekam video seks ilegal, dan penggunaan narkoba di klub malam mereka.

Sejak skandal seks ini merebak, Burning Sun sepi pengunjung. Sabtu (13/4) malam lalu, meja-meja terlihat kosong. Padahal, beberapa bulan lalu, klub di kawasan elit Gangnam itu selalu penuh dengan pria dan wanita jetset yang menghabiskan malam hingga 650 ribu Won per orang, sekitar Rp 8 juta.

Nama Gangnam, distrik ketiga terbesar di Seoul, moncer menyusul hit lagu Gangnam Style yang dinyanyikan PSY pada 2012. Lagu tersebut merupakan parodi kehidupan kelas atas Korea Selatan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top