Malaysia

Geger Surat Suara Pemilu Indonesia, Komisi Eropa Akan Selidiki

publicanews - berita politik & hukumPenemuan 300 kantong surat suara Pemilu Indonesia di sebuah ruko kosong di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia. (Foto: The Star)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Geger penemuan surat suara Pemilu Indonesia untuk pemilih di Malaysia menjadi topik berita sejumlah media dunia. Umumnya mereka mempertanyakan bagaimana bisa surat suara sudah dicoblos sebelum waktunya.

Laman The Star, portal berita Malaysia, mengutip keterangan Kepala Kepolisian Selangor Komisaris Datuk Noor Azam Jamaludin yang berhati-hati memberi komentar. Ia tidak ingin menganggu hubungan baik Indonesia-Malaysia.

Ia membenarkan telah menerima dua aduan penemuan surat suara yang tercoblos untuk calon presiden tertentu dan calon anggota legislatif dari partai pendukung pemerintah.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa kami menerima dua laporan tentang masalah ini," katanya, Jumat (12/4). "Saya yakin IGP (Kapolri Malaysia) akan segera mengeluarkan pernyataan," ia menambahkan.

Menurut Noor Azam, Kepolisian Malaysia akan menyelidiki kasus ini karena terjadi di negaranya. Tim kepolisian dari Markas Bukit Aman, Mabes Polri-nya Malaysia, sedang turun ke lapangan.

Sementara Kantor Berita Associated Press (AP) mengabarkan, Komisi Eropa akan mengirimkan pejabatnya ke Malaysia. Mereka telah menonton video penggerebekan sebuah ruko di Bandar Baru Bangi, Selangor. Di ruko tersebut ditemukan surat suara telah dilubangi.

AP menyebut penemuan surat suara tersebut terjadi di dua tempat, yakni di Bangi dan Kajang. Total ada 300 kantong surat suara.

Jokowi Minta Polri Usut Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Dalam video yang direkam dari sebuah lokasi di Kajang, menurut AP, terlihat dua wanita Indonesia kepergok tengah melubangi surat suara untuk paslon presiden tertentu.

AP mengutip pernyataan Ketua Panwaslu Malaysia Yaza Azzhara, bahwa setidaknya ada 20 ribu surat suara yang sudah dicoblos.

"Ketika saya tiba di lokasi pertama, pintu ruko terbuka. Menurut beberapa anggota yang curiga ada tumpukan surat suara di dalam, mereka masuk melalui jendela, lalu membuka pintu dari dalam," ujar Azzhara.

Sementara Washington Post menulis, pemilu di Indonesia adalah pesta demokrasi terbesar ketiga di dunia --setelah India dan Amerika Serikat. Tidak heran jika menjadi sorotan dunia.

Pagi tadi, capres 01 Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai presiden mengatakan ia telah meminta penyelenggara pemilu dan polisi melakukan penyelidikan.

"Jika benar, ini merupakan pelanggaran dan harus dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu," ujarnya di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top