Pembunuh Berantai di Tiga Negara Ini Terancam Tiga Kali Hukuman Seumur Hidup

publicanews - berita politik & hukumPembunuh berantai Bakhtiyor Matyakubov (46), yang diadili di tiga negara dengan 10 wanita korban. (Foto: Mash)
PUBLICANEWS, Moskow - Membunuh 10 wanita di tiga negara dalam tiga pekan, menjadikan Bakhtiyor Matyakubov (46) adalah penjahat paling sadis di dunia. Boleh jadi ia juga pemegang rekor pengoleksi hukuman seumur hidup.

Ia sudah divonis di Ukrania, lalu Rusia. Pekan depan ia siap-siap diadili di negaranya Uzbekistan.

Publik Moskow, Rusia, menjulukinya sebagai 'maniak bersarung tangan putih'. Dari lima wanita yang ia bunuh, satu korban ia perkosa ketika telah menjadi mayat tanpa kepala.

Dalam sidang di Pengadilan Moskow, pembunuh lintas negara itu menceritakan dengan dingin bagaimana ia membantai wanita korbannya. Mula-mula ia membunuh dua wanita dalam sehari secara terpisah. Semuanya tanpa alasan.

Korban kelimanya adalah Yulia Lebezhina (26) pramuniaga toko seks di Moskow yang memergokinya mencuri (maaf) vagina silikon. Ia menusuknya 20 kali.

"Itu hari ulang tahunku dan aku ingin menyenangkan diri sendiri," katanya pada Jaksa, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (4/4).

Dalam kesaksian yang memuakkan, ia mengatakan bahwa gadis baik-baik tidak akan bekerja di toko seks. "Aku memutuskan untuk menghukum Nona yang tidak bermoral ini," ujarnya. "Dia adalah gadis yang cantik," ia menambahkan.

Sebelum itu, pekerja konstruksi tersebut membunuh Yulia Anpilova (36). Bakhtiyor menjadikan wanita agen perumahan ini pelampiasan karena ia tak berhasil membunuh pacarnya yang selingkuh.

Ia semula mengejar sang kekasih yang lari ke stasiun kereta api, namun ada polisi di sana. Bakhtiyor yang menahan dendam lalu berkeliling kota Moskow untuk mencari wanita korban secara acak, hingga akhirnya melihat Yulia.

"Dia sangat cantik dan sendirian," katanya. Bakhtiyor pura-pura menawari tumpangan mobil dan mengaku sebagai seorang ayah baik-baik.

Di tengah jalan, ia menyeret Yulia ke luar mobil, lalu menikamnya seperti kepada boneka. "Entah bagaimana saya merasa lega. Satu pelacur Moskow telah berkurang," kata-katanya tanpa perasaan.

Bakhtiyor kemudian terbang sejauh 1.700 mil ke negaranya Uzbekistan. Sehari kemudian ia membunuh pramuniaga toko farmasi di Ibukota Tashkent. Pada hari berikutnya, ia menyerang dua wanita lainnya. Satu korban diantaranya ia perkosa setelah mati.

Pada 3 Maret 2018, ia terbang ke Kiev di Ukraina tempat ia membunuh Natalia Onipchenko (47) di sebuah taman. Dua hari kemudian Bakhtiyor membunuh Klavdiya Lepetyuha (27) dengan menikamnya 20 kali.

"Dalam kedua kasus tersebut, sang maniak itu memperkosa korbannya setelah mati," kata Kepala Kantor Kejaksaan Kiev Dmitry Tkachuk.

Pada 17 Maret, Bakhtiyor kembali ke Moskow dan membunuh Elmira Gusenko (44). Saat itu ia berjalan di Taman Izmailovo dan melihat korban sedang bersama anjing kecilnya.

"Ada cincin di tangannya, jadi dia sudah menikah, namun berjalan sendirian memamerkan diri," kata Bakhtiyor. "Dia berambut pirang dengan mata biru."

Setelah membunuh Elmira itulah ia ditangkap polisi Kiev saat hendak mencari korban lain di Ukraina. Polisi mengetahui keberadaannya setelah ia melakukan panggilan telepon dari ponsel yang ia curi dari korban Natalia Onipchenko.

Bakhtiyor kini sedang dalam proses ektradisi dari Rusia ke Uzbekistan. Pengacaranya Marina Efimenko tengah mencari saksi yang akan meringankan hukuman. Tapi ia tidak menemukan seorang pun yang berbicara positif tentang kliennya.

"Bahkan putranya sendiri, saudara laki-laki, dan teman-temannya berbicara tentang dia sebagai orang yang sangat kejam dan agresif," kata Marina. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top