Sedih Dituduh Lecehkan Gadis 13 Tahun, Legenda Rock Meksiko Bunuh Diri

publicanews - berita politik & hukumLegenda musik rock Meksiko Armando Vega Gil. (Foto: Billboard)
PUBLICANEWS, Mexico City - Publik Meksiko terkejut, pendiri dan basis grup band Botellita de Jerez, Armando Vega Gil (64), tewas bunuh diri pada Senin (1/4) kemarin.

Yang lebih mengejutkan, legenda musik rock Negeri Sombrero itu menulis sepucuk surat lewat akun Twitter @ArmandoVegaGil, dua jam sebelum ia menenggak racun di rumahnya di Mexico City.

"Biarkanlah aku menjelaskan bahwa kematianku bukanlah pengakuan bersalah. Sebaliknya ini adalah deklarasi radikal atas ketidakbersalahanku," Gil mencuit, pukul 05.00 waktu setempat.

Kantor Kejaksaan belum bisa memastikan penyebab kematian Gil, polisi juga belum menyelesaikan penyelidikan. Keterangan meninggalnya pria yang tetap gondrong dan beranting sampai tua ini datang dari kerabatnya.

Sehari sebelumnya, Minggu (31/3), seorang wanita anonim mengunggah aduan Gil telah melecehkannya secara seksual ketika ia berusia 13 tahun. Gil ketika itu 50 tahun --14 tahun silam! Sang wanita menyertakan tagar #MeTooMusicosMexicanos.

Wanita itu menuturkan, saat itu ia bersama beberapa temannya main ke rumah sang legenda. Ia merasa tidak nyaman dengan kata-kata Gil kepadanya.

"Ia mengatakan hal-hal yang menjijikkan dan eksplisit secara seksual," ujar wanita tersebut. Ia memang tidak menyebut nama Gil. Cuitan itu seketika viral, publik Meksiko mafhum siapa yang dimaksud sang wanita anonim.

Perwakilan band Botellita de Jerez, Paola Hernandez, mengatakan Gil menghubunginya pukul 02.00, beberapa jam setelah cuitan tersebut viral.

Menurut Hernandez, Gil benar-benar sedih dan kesal ditundung melecehkan ABG secara seksual. "Dia tidak tahu bagaimana membersihkan namanya. Dia menegaskan tidak bersalah... dia khawatir bagaimana putranya akan memahami semua ini," ujar Hernandez, seperti ditulis Billboard, Selasa (2/4).

Kematian Vega Gil memicu perdebatan sengit di media sosial Meksiko. Beberapa warganet berpendapat, jika tidak bersalah seharusnya Gil membersihkan namanya lewat peradilan. Warganet lainnya mengatakan bahwa opini publik yang dibentuk oleh media sosial telah merusak reputasinya secara permanen.

Gil adalah pemain bas, komposer, dan pendiri grup musik cadas Botellita de Jerez pada 1983. Lirik lagu-lagu Botellita cenderung urakan. Hits mereka, antara lain, Guacarrock, Oh Denny's, dan Abuelita de Batman.

Ia dikenal multi bakat, karya fotonya dalam pameran tunggal di Bicentennial Mexiquense Cultural Center dibeli banyak perusahaan multinasional. Gil juga menulis buku, skenario, dan aktor film. Ia pernah menyabet tiga penghargaan sastra Meksiko, salah satunya pada ajang San Luis Potosi de Cuento.

Bunuh dirinya sangat disayangkan publik Meksiko. Namun Gil telah memilih jalan kematian ketimbang dipermalukan.

"Jangan menyalahkan siapa pun atas kematianku. Bunuh diri ini adalah keputusan yang sadar, sukarela, bebas, dan pribadi. Hasta pronto (selamat tinggal)," katanya, mengakhiri surat kematiannya.

Twitter telah menghapus tagar #MeToo, setelah Gil bunuh diri. Mereka menyatakan gerakan tagar ini sudah disalahgunakan untuk 'membunuh' seseorang tanpa peradilan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo03 April 2019 | 18:05:55

    Inilah korban sosmed yg mengerikan. Banyak isi sosmed yg bisa merugikan orang lain...

Back to Top