Brunei Terapkan Hukum Rajam bagi Pezina dan Pasangan Sejenis Rabu Depan

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi hukuman cambuk. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Bandar Seri Begawan - Pasangan sejenis atau gay dan pasangan selingkuh terancam dirajam atau dilempari batu hingga mati di Brunei Darussalam. Perubahan ketiga Undang-undang syariah tersebut akan mulai diterapkan pada Rabu (3/4) pekan depan.

Sebelumnya, hukuman bagi pezina di negara kecil di Pulau Kalimantan utara itu adalah cambuk. Negara kaya dengan mayoritas penduduknya muslim itu menerapkan hukum pidana syariah pada 2014.

Dalam KUHP yang disahkan lima tahun lalu, semula pasangan homoskesual dikenai hukuman 10 tahun penjara. Namun, dalam perubahan ketiga, mereka bakal dirajam.

Di bawah undang-undang baru, pencuri juga bisa diamputasi tangannya untuk pelanggaran pertama dan kaki kiri jika mengulangi perbuatannya. Perempuan hamil di luar nikah bisa dipenjara dan dikenai denda.

Pada 2014 lalu, Brunei menunda implementasi dua tahap perubahan terakhir setelah mendapat kecaman internasional.

Pendiri kelompok hak azasi manusia The Brunei Project, Matthew Woolfe, meminta pemerintah asing untuk meningkatkan tekanan diplomatik atas rencana tersebut.

"Kami berusaha mengumpulkan dukungan internasional untuk menekan pemerintah Brunei, tetapi waktunya sangat mepet," kata Woolfe dari Australia, seperti dikutip AFP, Kamis (28/3).

Kantor Sultan Brunei Hassanal Bolkiah tidak segera menanggapi permintaan komentar soal pemberlakukan hukum syariah tersebut. Pemerintah memang belum mengumumkan pemberlakukan perubahan ketiga tersebut. Namun, situs resmi Jaksa Agung telah mempublikasikannya.

"Kami terkejut pemerintah telah menetapkan tanggal dan seperti bergegas memulai implementasi beleid tersebut," Woolfe menambahkan.

Kecaman juga datang dari Rachel Chhoa-Howard, peneliti Brunei di Amnesty International. Ia mengatakan, hubungan seksual sejenis yang berdasarkan konsensus alias suka sama suka seharusnya tidak dianggap sebagai kejahatan.

"Brunei harus segera menghentikan rencananya untuk menerapkan hukuman syariah dan merevisinya sesuai dengan hak asasi manusia," ujar Rachel.

Brunei, mantan protektorat Inggris berpenduduk 420-an ribu jiwa, adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi komponen kriminal Syariah di tingkat nasional.

Di Indonesia, hukum syariah juga diterapkan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tapi tidak ada hukuman rajam bagi pezina atau penyuka sejenis.

Rajam sebetulnya bukan monopoli Islam. Kaum Yahudi mengenal hukuman melempari batu itu dalam kitab Taurat. Misalnya, vonis bagi pasangan zina diatur dalam Kitab Ulangan atau Deuteronomy surat ke-22 ayat 25-27. Deuteronomy sering juga disebut sebagai Kitab Perjanjian Lama. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top