Teroris Masjid Selandia Baru

Penganut Ku Klux Klan, Keluarga Nyatakan Brenton Tarrant Layak Divonis Mati

publicanews - berita politik & hukumTeroris Brenton Tarrant dalam sidang putusan sela di Pengadilan Distrik Chrischurch, Selandia Baru, Sabtu (16/7) lalu. Perhatikan jari tangannya yang membentuk simbol Ku Klux Klan. (Foto: EPA)
PUBLICANEWS, New South Wales - Ulah teroris Brenton Tarrant (28) membantai jemaah di dua masjid di Crhistchurch, Selandia Baru, membuat noda bagi keluarganya. Donna Cox mengatakan sepupunya itu pantas dihukum mati.

"Ia sinting dan pantas dihukum mati karena kebiadabannya itu," kata Donna di New South Wales, Australia, kepada Sunday Night, Selasa (19/3).

Menurutnya, sebelum aksi kejamnya tersebut, Tarrant adalah orang normal. Keluarga merasa tersakiti setelah peristiwa 'Jumat paling kelam bagi Selandia Baru' itu.

"Dia tidak dibesarkan seperti itu --tapi aku di sini bukan untuk membelanya. Sangat sinting jika Anda melakukan pembantaian seperti itu," Donna menegaskan.

Donna mengatakan, Tarrant berasal dari keluarga yang sangat disegani di komunitas Grafton, NSW. Ibunya Sharon juga tak habis mengerti bagaimana putranya bisa sekeji itu.

Sharon (57) tengah mengajar bahasa Inggris di sekolah menengah di dekat rumahnya ketika sejumlah jurnalis tiba-tiba mendatangi sekolahnya pada Jumat (15/3) pekan lalu.

Wanita bertubuh subur itu sekarang diungsikan ke rumah aman (safe house) karena polisi khawatir akan ada pembalasan terhadap keluarga teroris Tarrant.

Pengadilan Distrik Christchurch juga khawatir Tarrant akan menggunakan ruang sidang untuk menyebarkan ideologi kebenciannya terhadap muslim. Pada sidang sela Sabtu lalu, teroris kulit putih itu mengacungkan simbol OKKK dengan jarinya, meskipun tangannya diborgol. OKKK ini mengacu pada Ku Klux Klan (KKK).

KKK adalah kelompok rasis yang sangat ekstrim di Amerika Serikat pada 1865 hingga 1944. Untuk menegakkan supremasi kulit putih, mereka memburu dan membantai kaum imigran AS, terutama kulit hitam dan Islam. Salah satu korbannya adalah Malcolm X, pendiri Muslim Mosque Incorporated, Organisasi Persatuan Afro-Amerika, dan tokoh hak azasi manusia. Nama aslinya adalah El-Hajji El-Shabazz.

Tarrant adalah penganut supremasi kulit putih ala KKK. Karena ideologinya itulah ia ditempatkan di sel isolasi penjara Christchurch.

"Dia ditahan di sel isolasi agar aman dari napi lain yang sedang mengincar darahnya," kata advokat peradilan pidana Sir Kim Workman kepada New Zealand Herald, siang ini. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top