Teror Masjid Selandia Baru

Haji Daoud Nabi Menyediakan Tubuhnya untuk Selamatkan Jemaah

publicanews - berita politik & hukumOmar Nabi (43) menunjukkan foto ayahnya Haji Daoud Nabi, yang mengadang tembakan teroris Brenton Tarrant dengan tubuhnya. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Cristchurch - Omar Nabi (43) menunjukkan foto ayahnya Haji Daoud Nabi (71) saat menghadiri peringatan meninggalnya 50 jemaah masjid di Kota Chriscurch, Selandia Baru, Minggu (17/3). PM Jacinda Adern turut hadir bersama puluhan ribu orang.

"Ayah saya melompat ke depan penembak itu untuk menjadi tameng jemaah lainnya," kata Omar, seperti ditulis laman Aljazeera, Senin (18/3). "Ia menyelamatkan hidup orang lain dengan nyawanya," Omar menambahkan.

Kisah heroik Haji Daoud Nabi tersebar di berbagai media sosial. Dalam video rekaman langsung yang dibuat teroris Brenton Tarrant (28), terlihat imigran asal Afghanistan itu mengadang WN Australia tersebut yang tengah melepaskan peluru dari senapan otomatisnya. Lalu ada gambar Daoud terkapar bersimbah darah.

Adik Omar, Yama Nabi, menuturkan, ia datang terlambat ke masjid. Polisi menghalanginya masuk karena situasi chaos di dalam. Temannya asal Somalia, Ramazan, mendekatinya dan mengatakan, "Ayahmu telah menyelamatkan hidupku. Ayahmu menyelamatkan hidupku," dengan getir.

Ia mengira ayahnya menarik Ramazan keluar masjid untuk menyelamatkannya. Namun ternyata sang ayah menjadikan tubuhnya tameng agar teroris Tarrant tak leluasa menembaki jemaah Masjid Al Noor.

"Ayah saya adalah seorang yang rendah hati," ujar Yama. Daoud Nabi meninggalkan Afghanistan bersama anak istrinya pada 1976 saat Uni Sovyet (kini Rusia) menginvasi negerinya.

'Teroris Putih' Serang Masjid Selandia Baru: 49 Jemaah Meninggal

Berbeda dengan sebelumnya yang menyebut ada empat tersangka, hari ini Kepala Kepolisian Selandia Baru Mike Bush meyakini hanya ada satu penyerang di dua masjid tersebut, yakni Tarrant.

"Meskipun itu tidak berarti menutup kemungkinan ada orang lain yang mendukung, itu akan menjadi bagian penting dari penyelidikan kami," katanya, seperti ditulis New Zealand Herald.

Sabtu, Tarrant muncul di Pengadilan Distrik Christchurch dengan tangan diborgol. Ia mengenakan seragam tahanan warna putih. Wajahnya datar, tak terlihat raut penyesalan telah membantai 50 orang dan puluhan jemaah lainnya yang terluka.

Selain pembantaian, Jaksa juga mendakwa pria yang merekam aksinya lewat kamera yang terpasang di helmnya itu dengan tuduhan menghasut kekerasan terhadap kaum muslim. Jaksa menyatakan Tarrant terancam hukum 14 tahun untuk setiap dakwaan.

Hakim menyatakan Tarrant tidak bisa bebas dengan jaminan sekalipun. Pengadilan memutuskan kasus ini akan disidang pada 5 April mendatang. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM22 Maret 2019 | 17:46:31

    Bener2x kisah heroik, dan syurga hadiahnya buat haji daoud nabi.

Back to Top