Kepruk Senator dengan Telur, Bocah Australia Dapat Dukungan Warganet Dunia

publicanews - berita politik & hukumSenator Australia Fraser Anning saat hendak meninju William Connolly yang mengepruk telur ke kepalanya dari belakang. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Melbourne - Kepala Senator Queensland, Australia, Fraser Anning dikepruk telur oleh remaja William Connolly setelah ia mempersalahkan kaum muslim atas serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru. Video remaja 17 tahun 'nyeplok' telur itu viral di dunia.

Connolly menjadi pahlawan daring dan dijuluki sebagai 'Bocah Telur'. Warganet dunia ramai-ramai memberi dukungan melalui tagar #EggBoy.

Meskipun Connolly telah dibebaskan oleh Kepolisian Victoria, warganet dunia tetap mengunggah petisi melalui laman change.or. Hingga Minggu (17/3) ini, sudah 500 ribu orang lebih setuju untuk mendukung pemecatan Anning dari parlemen karena sikap rasisnya itu.

Aksi kepruk telur itu terjadi saat Anning diwawancara News 7 Sydney di Melbourne, Sabtu (16/3). Connolly hadir di antara wartawan, ia merekam pernyataan Anning dengan ponselnya.

Tangan kanannya tiba-tiba mengambil telur dari saku celananya, lalu ia keprukkan ke kepala belakang Anning. Sang Senator berbalik, kemudian meninju remaja kulit putih itu dua kali. Ketika hendak melakukan yang ketiga, seorang jurnalis mencegahnya.

Pada saat bersamaan, empat pria berbadan tegap menjatuhkan dan memiting Connolly. Ia terlihat sesak nafas, tapi diam tak melawan. Polisi kemudian membawanya ke luar ruangan dan memeriksanya, meskipun kemudian Connolly dilepas.

"Polisi Victoria akan menyelidiki insiden itu secara menyeluruh, termasuk tindakan (meninju) Senator Anning," kata sumber kepolisian, seperti dikutip laman New Zealand Herald, Minggu (17/3).

Muslim-kah Connolly? Tampaknya bukan. Pelajar Brighton Secondary College, Victoria, Australia, itu hanya tak senang dengan pernyataan Anning yang rasis.

'Teroris Putih' Serang Masjid Selandia Baru: 49 Jemaah Meninggal

Dalam akun Facebook-nya, sebelum kejadian kepruk telur, ia mengeritik rilis Anning soal pembantaian terhadap jemaah muslim di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang. Anning menyebut aksi 'teroris kulit putih' Brenton Tarrant (28) bersama empat kawannya adalah kesalahan umat muslim.

Connolly mengaku tidak trauma diringkus bodyguard Anning, ia melanjutkan hidup seperti biasa. "Jangan pernah mengepruk telur ke kepala politisi, atau Anda akan dicekik oleh 30 bogans," ujarnya lewat akun Twitter @WillConnollyAU.

Bogan adalah bahasa lokal Australia untuk menyebut preman atau sampah masyarakat.

Dalam statusnya itu, Connolly mengatakan bahwa muslim bukanlah teroris, karena teroris tidak memiliki agama. "Semua yang menganggap muslim sebagai komunitas teroris memiliki kepala kosong seperti Anning," ujarnya.

Warganet dunia juga mengumpulkan donasi bagi Connolly melalui 'GoFundMe'. Hanya dalam 17 jam sejak diluncurkan, telah terkumpul 17 ribu dolar AS, sekitar Rp 215 juta. Padahal targetnya hanya 2 ribu dolar AS.

Uang tersebut akan digunakan untuk biaya hukum Connolly dan 'membeli telur lebih banyak lagi'. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli17 Maret 2019 | 21:23:09

    Tindakan cononlly membuktikan, bahwa apapun yg dilakukan oleh oknum terhadap suatu golongan (misalnya rasis), itu tidak benar dan jangan lah dianggap sesuatu yg wajar, seperti yg telah ditunjukkan senator Anning.



Back to Top