Malaysia

Bebasnya Siti Aisyah Murni Diskresi Jaksa Agung, Bukan Lobi Pemerintah

publicanews - berita politik & hukumSiti Aisyah tiba di Jakarta pada hari yang sama setelah ia dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, Selasa (12/3) sore. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Pembebasan Siti Aisyah dari dakwaan membunuh Kim Jong-nam murni kebijakan tunggal Jaksa Agung Tommy Thomas. Deputi Menteri pada Kantor Perdana Menteri Malaysia Datuk Liew Vui Keong mengatakan, di bawah konstitusi federal, Jaksa Agung memiliki diskresi untuk melanjutkan atau menghentikan perkara.

"Jaksa Agung dapat menggunakan kewenangannya, bahkan selama persidangan berlangsung," kata Keong di kantor parlemen, Rabu (13/3), seperti ditulis laman The Star. "Tiidak ada intervensi pemerintah terhadap Jaksa Agung," ia menambahkan.

Ia mencontohkan kasus Menteri Keuangan Lim Guan Eng yang tengah disidik Kejaksaan. Eng dibebaskan oleh Jaksa Agung Tommy dengan mempertimbangkan kondisi yang relevan.

Keong membantah ada lobi-lobi dari Pemerintah Indonesia, melalui Kedubes Kuala Lumpur, dalam pembebasan Siti Aisyah. "Tidak, saya tidak mendengar itu," ujarnya, menghindar pertanyaan lebih lanjut.

Dalam sidang di Pengadilan Tinggi Shah Alam kemarin, Hakim Azmin Arifin membebaskan Siti dari segala dakwaan. Ia memutuskan ini setelah Jaksa Shaharuddin Wan Ladin mencabut dakwaan.

"Anda bisa keluar sekarang," kata Azmin Arifin tanpa menyebut alasan Jaksa mencabut dakwaannya.

WNI Siti Aisyah Bebas dari Tuduhan Membunuh Kim Jong-nam

Siti (28) bersama wanita Vietnam Doan Thi Huong (30) dituduh mengolesi wajah kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu dengan racun saraf VX yang mematikan di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Keduanya mengaku melakukan itu karena mengira sedang mengikuti reality show lucu-lucuan untuk program televisi.

Hakim membebaskan Siti dengan status discharge not amounting to acquittal. Menurut Pasal 254 Penal Code, KUHP-nya Malaysia, kasus ini bisa dihidupkan kembali jika ditemukan bukti-bukti baru.

Pemerintah Indonesia mengklaim bebasnya Siti berkat lobi tingkat tinggi yang terus-menerus.

"Setiap pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia, baik di tingkat presiden, wakil presiden, dan pertemuan reguler Menteri Luar Negeri dan menteri-menteri lain dengan mitra Malaysia," kata rilis Kemenkumham RI yang diteken oleh Dirjen Administrasi Huku Cahyo Rahadian Muzar.

PM Mahathir Mohamad membantah ada diplomasi tingkat tinggi untuk membebaskan Siti. "Saya tidak punya informasi," katanya dalam konferensi pers di Parlemen, kemarin.

Masih belum terjawab alasan pembebasan wanita yang pernah menjadi terapis pijat di Kuala Lumpur itu. Namun, apapun itu, Siti telah bebas. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top