WNI Siti Aisyah Bebas dari Tuduhan Membunuh Kim Jong-nam

publicanews - berita politik & hukumSiti Aisyah, wanita asal Serang, Banten, tersenyum setelah dinyatakan bebas dari tuduhan membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut, Senin (11/3) pagi. (Foto: AFO)
PUBLICANEWS, Shah Alam - Hakim Pengadilan Tinggi Malaysia membebaskan warga negara Indonesia (WNI) Siti Aisyah (26) dari tuduhan membunuh Kim Jong-nam (45). Vonis hakim diketuk pada Senin (11/3) pagi ini setelah Jaksa mencabut dakwaannya.

"Siti Aisyah bebas," kata Hakim Azmin Ariffin. Ia menyetujui permintaan Jaksa yang mencabut dakwaannya, meskipun tak menyebut alasan pencabutan tersebut. "Anda bisa keluar sekarang," ia menambahkan.

Wanita asal Serang, Banten, itu segera dibawa keluar ruang sidang. Ia tersenyum, tampak emosional atas pembebasan ini. Semula, sidang vonis dijadwalkan pada akhir Juli mendatang, namun Jaksa Shaharuddin Wan Ladin tiba-tiba mencabut dakwaannya pagi ini.

"Saya terkejut dan senang," kata Siti kepada wartawan sambil berjalan menuju mobil polisi. "Saya tak bisa berkata apa-apa... saya senang akhirnya bebas."

Pengacaranya Gooi Soon Seng mengatakan bahwa ia bersama tim sudah mendengar kabar kliennya akan bebas beberapa hari yang lalu. Meskipun secara teknis Siti berkemungkinan dituntut lagi di masa mendatang, namun ia percaya kliennya tidak membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kom Jong-un tersebut.

Berbeda dengan Siti, terdakwa lainnya Doan Thi Huong (28) masih menghadapi sidang pembelaan. Wanita asal Vietnam itu berharap ia juga dibebaskan.

"Saya kaget. Pikiran saya kosong," katanya kesal kepada wartawan, setelah Siti diperbolehkan keluar ruang sidang.

Sidang Siti Aisyah Alot, Vonis Dibacakan Akhir Juli

Huong dan Siti didakwa mengolesi wajah Jong-nam dengan racun saraf VX yang mematikan di terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Keduanya menyatakan tidak tahu bahwa itu racun dan mengaku sedang terlibat dalam reality show lucu-lucuan untuk televisi.

Pengacara Huong, Hisyam Teh Poh Teik, merasa Jaksa tidak adil. Mereka akan menyurati Jaksa Agung agar juga membatalkan dakwaan terhadap kliennya.

Sejak awal kasus ini terkesan janggal setelah pemerintah Malaysia membiarkan empat tersangka warga Korut pulang ke negaranya pada hari yang sama Jong-nam terbunuh. Banyak analisis menyatakan kasus ini merupakan operasi intelijen tingkat tinggi.

Niat untuk membunuh sangat penting dalam pembuktian hukum di Malaysia, terlebih keduanya didakwa dengan Pasal 302 Penal Code atau KUHP Malaysia dengan ancaman hukuman mati.

Para pejabat Malaysia tidak pernah secara resmi menuduh Korut berada di balik skandal pembunuhan Jong-nam. Pria 45 tahun itu diketahui menjadi target incaran rezim Jong-un setelah melarikan diri beberapa tahun lalu.

Jong-nam tinggal di Makau selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai ancaman terhadap pemerintahan Jong-un. (ian)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. WE_A @WandiAli11 Maret 2019 | 19:22:48

    Ikut senang mendengar kabar ini. Salut buat pengadilan tinggi malasya, bener2x berfungsi buat keadilan yg seadil2x nya.

  2. Cewek Kepo @ceweKepo11 Maret 2019 | 14:31:13

    Keadilan dan kesialan bisa buat siapa aja. Termasuk cewek lugu ini. Pengadilan yang patut diconto pak.

Back to Top