Malaysia

Terjatuh Usai Threesome, Pengadilan Pastikan Kematian Ganjil Model Belanda

publicanews - berita politik & hukumModel Belanda Ivana Esther Robert Smit (19) yang ditemukan tewas telanjang tersangkut di balkon sebuah apartemen di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Facebook/Ivana Smit)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Pengadilan Koroner Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (8/3) ini akan memutuskan kasus kematian Ivana Esther Robert Smit (19). Gadis model Belanda itu ditemukan tewas telanjang di balkon lantai enam sebuah kondominium di Kuala Lumpur pada 7 Desember 2017.

Hakim Mahyon Talib mengatakan, kematian pemegang paspor Belanda dan Belgia itu akibat kesalahan penanganan. Itulah sebabnya kasus ini diadili di Pengadilan Koroner, pengadilan khusus untuk menangani kasus-kasus kematian ganjil.

Dalam kasus ini, ujar wanita hakim tersebut, belum ada tersangkanya. Jaksa Penuntut Umum N Joy Jothi telah memanggil 22 saksi sejak kasus ini disidangkan pada 8 Agustus 2018.

Ivana meninggal antara pukul 06.50 dan 14.00 waktu setempat karena jatuh dari lantai 20 apartemen di Jalan Dang Wangi, Kuala Lumpur. Tubuh runner-up kedua Malaysia Supermodel Search 2014 --saat usianya 15 tahun-- itu kemudian tersangkut di balkon lantai enam.

Ia diketahui melakukan seks bertiga atau threesome pada malam harinya dengan pasangan pengusaha asal Amerika Serikat Alex Johnson (44) dan Luna Almaz (31) yang asal Kazahkstan.

Hakim Talib setuju dengan Dr Frank Van De Goot yang bersaksi bahwa Ivana diduga meninggal sebelum terjatuh dari balkon.

“Tanda di lengannya, trauma di belakang kepalanya, botol pecah, dan DNA Alex Johnson ditemukan di kuku Ivana, yang menunjukkan ada pertengkaran antara Johnson, Ivana, dan Luna Almaz," ujar Talib, seperti dikutip Bernama, Jumat (8/3).

Namun, ia menambahkan, pengadilan tidak bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka bertiga. "Karena itu pengadilan memutuskan bahwa kematiannya adalah karena kesalahan penanganan (polisi)," katanya.

Keluarga Johnson telah mengakui mereka sering melakukan hubungan seks bertiga, juga beberapa bulan sebelum kematian Ivana. Mereka menyebut Ivana sebagai 'model panggilan'.

Polisi Malaysia mengklasifikasikan kasus ini sebagai kematian mendadak, sambil menunggu hasil post-mortem dan tes patologi.

Pada Juni 2018 lalu, keluarga Johnson menawarkan hadiah 50 ribu dolar AS, sekitar Rp 716 juta, kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi siapa yang bertanggung jawab atas kematian model belia tersebut.

Polisi dan pengadilan dinilai lamban menangani kasus ini. Keluarga Ivana telah menyewa detektif swasta, yang yakin bahwa kasus ini murni pembunuhan. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top