Wanita Indonesia Ditangkap Komisi Antikorupsi Malaysia Karena Menyuap

publicanews - berita politik & hukumDelapan petugas penjara Penang, Malaysia, digiring menuju ruang tahanan karena diduga menerima suap dari wanita Indonesia. (Foto: Bernama)
PUBLICANEWS, George Town - Seorang wanita Indonesia ditangkap petugas Komisi Anti Korupsi Malaysia (Malaysian Anti-Corruption Commission - MACC), Rabu (6/3) pagi ini, karena menyuap delapan petugas penjara. WNI yang tak disebutkan identitasnya itu diduga menyogok 12 ribu RM atau sekitar Rp 415 juta.

Wanita pengemudi berusia 45 tahun tersebut ditangkap di Penang, pukul 09.50 waktu setempat. Adapun para petugas penjara diamankan secara terpisah pada pukul 09.45 hingga 10.30 tadi di Penang, Kedah, dan Pahang,

"Investigasi awal kami menemukan bahwa masing-masing dari delapan penjaga telah menerima suap sebesar total 120 ribu RM dari pengemudi," kata sumber MACC, seperti dikutip media-media Malaysia, pagi ini.

Dipercayai bahwa WNI pengemudi tersebut bertindak sebagai perantara. Ia menyuap agar petugas membebaskannya membawa barang-barang terlarang ke dalam Penjara Negara Bagian Penang.

Pukul 10.30 tadi, kesembilan tersangka digiring ke ruang tahanan dengan mengenakan seragam pesakitan warna oranye, seperti tahanan KPK di Indonesia. Mereka disangkakan melanggar Pasal 17 (a) MACC Act 2009, semacam UU Tipikor.

Direktur MACC Penang Datuk Wan Ramli Wan Abdullah membenarkan penangkapan tersebut. Perintah penahanan dikeluarkan oleh hakim Pengadilan Muna Maria Azmi, para tersangka ditahan sementara hingga Senin (11/3) depan.

Belum diketahui untuk apa wanita Indonesia itu menyuap para petugas penjara. Sejumlah media mengaitkannya dengan kasus korupsi yang menimpa pimpinan Partai Islam se-Melayu (PAS).

Pada saat bersamaan, MACC menahan tiga pimpinan PAS dalam kasus dugaan menerima dana 90 juta RM dari UMNO. Uang tersebut disinyalir berasal dari skandal 1Malaysia Development Bhd (1MDB) yang membuat mantan PM Najib Razak jatuh. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top