Belum Tiga Bulan, Polisi Malaysia Terima 929 Kasus Penistaan Agama

publicanews - berita politik & hukumKepala Kepolisian Kerjaan Malaysia Inspektur Mohamad Fuzi Harun. (Foto: Malay Mail)
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Bukan main, Kepolisian Malaysia telah menerima 929 laporan kasus penghinaan terhadap Islam, Nabi Muhammad SAW, dan istrinya Aisyah pada tiga bulan pertama 2019. Empat kasus terbaru terjadi dalam dua hari terakhir.

Kepala Kepolisian Inspektur Jenderal Tan Sri Mohamd Fuzi Harun mengatakan, polisi telah menyelesaikan penyelidikan terhadap 16 kasus. Adapun empat kasus terbaru melibatkan tiga pengguna Facebook dan satu akun Twitter.

"Kasus pertama melibatkan akun Facebook 'Bakaku', yang menghina Islam dan Nabi Muhammad," kata Mohamad Fuzi dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Selasa (5/3), seperti ditulis laman New Straits Times dan The Star.

Tersangkanya adalah Mohd Sharulnizam Stanley Sigan (29). Ia telah ditahan sementara untuk empat hari sejak Ahad (3/3) lalu.

Kasus kedua melibatkan tersangka Alister Anak Cogia (22), yang mengunggah status penghinaan melaui akun Facebook 'Ayea Yea'. Ia ditahan pada Ahad lalu atas laporan 10 warganet.

Polisi juga menahan Mohd Yazid Kong (52) atas komentar kasarnya tentang Islam. Ia ditangkap di Petaling Jaya, Selangor, Senin (4/3).

"Kami juga mengidentifikasi Alvin Chow Mun Fai (43), yang menghina nabi melalui akun Twitter @ Alvinchow33. Kami percaya dia di Kuala Lumpur dan kami sedang melacaknya," ujar Mohamad Fuzi.

Keempat kasus terbaru itu diselidiki berdasarkan Penal Code (KUHP, di Indonesia) dan Communications and Multimedia Act 1998 yang di Indonesia dikenal sebagai UU ITE.

Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan media sosial untuk berbagi segala bentuk provokasi. Mohamad Fuzi mengatakan, tindakan semacam itu hanya akan menyinggung agama dan budaya masyarakat Malaysia.

"Menantang atau menghina kepercayaan atau agama dari ras apa pun dapat menimbulkan ketegangan rasial dalam komunitas multiras kita. Kami harus segera menghentikannya," ia menegaskan.

Pada 27 Februari lalu, Pengadilan Kuala Lumpur mengirim pria pengangguran berusia 68 tahun ke penjara Sungai Buloh karena terbukti atas dua dakwaan. Pertama, mengunggah karikatur berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Siti Aisyah. Kedua, ia mentransmisikan pesan ofensif tersebut kepada pengguna Facebook.

Tidak disebutkan berapa lama vonis hakim, tapi ia bisa bebas dengan jaminan 20 ribu RM, atau sekitar Rp 69 juta. Di Indonesia, hukuman penista agama bisa dua tahun, seperti dalam kasus Ahok. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top