Facebook dan Instagram Hapus Akun Pembenci Islam Inggris

publicanews - berita politik & hukumTommy Robinson saat ditangkap polisi karena melakukan penghinaan terhadap pengadilan di Leeds, Inggris, pada Mei 2018. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, London - Facebook dan Instagram telah menghapus akun aktivis media sosial pembenci Islam Tommy Robinson (36). Mereka menyatakan pria bernama asli Stephen Yaxley-Lennon itu telah menyebarkan 'kebencian secara teroganisir'.

Kelompok penekan Hope Not Hate di Inggris menyambut baik keputusan tersebut.

"Stephen Lennon adalah preman sayap kanan yang menggunakan platform media sosial untuk menggertak, melecehkan, dan membangkitkan kebenciannya untuk mendapatkan uang yang banyak. Ia bersembunyi di balik mantel kebebasan berbicara," kata Chief Executive Hope Not Hate, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (26/2) malam.

Riwayat kriminal anggota The Rebel Media, situs berita sayap kanan, ini cukup panjang. Terakhir, pada 25 Mei 2018, Robinson dipenjara 13 bulan dalam kasus penghinaan terhadap pengadilan (contemp of court) di Pengadilan Leeds. Sebelumnya ia dikenal sebagai hooligan, perusuh sepakbola, klub Luton.

Robinson juga adalah pendiri Pegida UK, gerakan politik untuk melawan islamisasi Barat yang berbasis di Jerman. Ia keturunan Yahudi.

"Lennon memiliki catatan panjang pelecehan terhadap minoritas Muslim. Jadi kami menyambut keputusan hari ini serta tindakan lanjutan Facebook dalam membersihkan platform mereka," begitu bunyi pernyataan Hope Not Hate.

Facebook menghapus akun Robinson sehari setelah ia melecehkan sopir taksi yang ia naiki. Lewat video yang ia rekam menggunakan ponsel, Robinson menyebut sopir beragama Islam itu sebagai 'bajingan kecil yang mengendarai mobil'.

Ia juga mengatakan akan berjuang untuk Israel jika perang pecah dengan Palestina.

Dengan penghapusan akun ini, Robinson tidak lagi punya platform utama media sosial. Maret 2018 lalu, Twitter sudah menutup profilnya menyusul kicauannya yang rasis. Lalu, Januari 2019, YouTube melakukan hal yang sama.

Ketika itu, Robinson sesumbar ia masih punya akun Facebook dengan sejuta lebih pengikut. Namun, kemarin siang, ia tak bisa lagi menyebarkan kebenciannya, Facebook telah menghapus namanya.

Facebook dalam pernyataannya mengatakan harus mengambil tindakan terhadap mereka yang mengintimidasi kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Situs itu menuduh Robinson berulang kali menyebarkan 'kebencian terorganisir'.

Robinson, seperti yang sudah-sudah, menuduh mereka telah membungkam kebebasan berbicara. "Kamu tidak hanya menyensorku, kamu menyensor opsi publik untuk mendengarkan apa yang harus aku katakan. Ini adalah serangan lengkap terhadap kebebasan berbicara," katanya.

Menanggapi komentar Robinson, juru bicara Momentum, gerakan akar rumput di Inggris, Jeremy Corbyn, mengatakan sudah selayaknya Robinson dihukum. "Pidato kebencian bukanlah kebebasan berbicara dan menyebarkan kebohongan rasis tidak boleh ditoleransi di platform digital," ia menegaskan. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top