Malaysia

15 PSK Online Indonesia dan Vietnam Ditangkap, Pelanggannya Ekspatriat

publicanews - berita politik & hukumSalah satu kamar di rumah bordil di Bandar Puteri Puchong, saat digerebek petugas Imigrasi Malaysia. (Foto: Imigrasi Malaysia)
PUBLICANEWS, Petaling Jaya - Petugas Imigrasi Malaysia menangkap 18 orang, 15 diantaranya wanita PSK asal Indonesia dan Vietnam, dalam penggerebekan rumah bordil di Bandar Puteri Puchong.

Sebanyak 11 petugas Imigrasi menggerebek rumah bordil itu pada Kamis (21/2) malam. Rumah tersebut dilengkapi dengan keamanan tingkat tinggi, pintu-pintu yang dikendalikan remote control, dan kamera CCTV di mana-mana.

Di dalam rumah besar terdapat banyak pintu rahasia yang disamarkan dengan cermin. Rumah bordil dengan 15 pekerja seks komersial (PSK) asal Indonesia dan Vietnam itu dijaga oleh dua warga Myanmar dan seorang warga lokal.

Direktur Jenderal Imigrasi Datuk Indera Khairul Dzaimee Daud mengatakan, pintu antara lantai pertama dan kedua tersembunyi di balik cermin.

"Mereka juga memiliki alat pengintai di luar untuk memperingatkan mereka jika ada masalah. Pengawas rumah bordil segera mematikan semua lampu ketika petugas kami memasuki tempat itu," katanya Indera dalam keterangan persnya pada Jumat (22/2), seperti dikutip The Star.

Indera menjelaskan, rumah bordil ini hanya melayani pemesanan secara online melalui aplikasi WeChat. "Investigasi kami menunjukkan bahwa mereka menggunakan WeChat sebagai model komunikasi utama dengan pelanggan mereka," ujarnya.

Dalam penggerebekan tersebut, Indera Khairul menambahkan, petugas Imigrasi juga mengamankan 11 tamu. "Rumah bordil itu populer di kalangan pelanggan yang sebagian besar warga asing, terutama ekspatriat asal Belgia, Iran, Jepang, dan Korea Selatan," ujar Indera. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo24 Februari 2019 | 14:46:29

    malu2in Aja tuh WNI YG ikut terjaring, kerja mbok ya yg halal
    jangan bikin malu Nama bangsa.

Back to Top