Keluarga Tolak Makam Jacko Digali untuk Buktikan Predator Anak

publicanews - berita politik & hukumMichael Jackson dan James Safechuck (10), korban pelecehan seksual yang kini menggungat, dalam pesawat tur ke Eropa 1988. (Foto: Rolling Stone)
PUBLICANEWS, California - Ini masih tentang kasus pedofilia mendiang 'Raja Pop' Michael Jackson. Untuk membuktikan benar-tidaknya Jacko sebagai predator anak, Kantor Kejaksaan Distrik Santa Barbara memerintahkan penggalian kuburnya.

Penggalian ini untuk keperluan tes DNA atau deoxyribonucleic acid. Tes kabarnya diajukan oleh 11 para mantan korban pelecehan seksual semasa mereka tinggal di Neverland, rumah peternakan si 'Moonwalker' itu.

Namun, keluarga Jacko menolak mentah-mentah rencana tersebut. "Itu tindakan jahat dan tidak dibenarkan," kata pernyataan keluarga, seperti dikutip laman hiburan AS Radar Online, Selasa (12/2).

Radar mengungkap bahwa 'bukti kejahatan' yang hendak dicari tersebut seperti kebohongan yang telah dikubur bersama sang Raja Pop. Para ahli forensik meyakini bahwa jejak kulit dan kuku tetap tidak akan hilang.

Laman The Blast menulis surat penolakan keluarga yang marah atas hipotesis bahwa jejak kejahatan seksual bisa didapat dari jasad yang sudah terkubur 10 tahun.

Mereka mempertanyakan siapa yang punya ide gila untuk membongkar makam penyanyi paling banyak mengumpulkan duit sejagat raya itu. "Kami terkejut, tidak ada yang memberi tahu kami tentang permintaan aneh ini," ujar perwakilan keluarga.

Mantan Pembantu Michael Jackson Bersaksi Bosnya 'Predator Lusinan Anak'

Dalam surat dakwaan 11 penggugat di Kantor Kejaksaan Distrik Santa Barbara tidak disebutkan satu kalimat pun tentang menggali kubur untuk tes DNA tersebut.

"Ini bukan praktik yang lazim," ujar perwakilan keluarga yang yang disebutkan identitasnya itu. "Bolehkah kami menyarankan Anda, lain kali berbicara dengan sumber yang nyata, waras, dan kredibel?" mereka menambahkan.

Isu pembongkaran makam Michael ini mencuat menyusul terbitnya film dokumenter Leaving Neverland yang diproduksi HBO. Film, antara lain, menampilkan kesaksian Wade Robson dan James Safechuck, dua diantara lusinan bocah pria yang mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Keduanya diketahui oernah tinggal bersama Michael saat berumur 7 dan 10 tahun.

Film dokumenter ini diputar perdana pada Festival Sundance, akhir Januari lalu. Setelah itu rencana akan diputar di sejumlah stasiun TV berbayar pada 3 dan 4 Maret mendatang.

Majalah Forbes mencatat, pada 2016 lalu atau tujuh tahun setelah meninggal, pelantun Thriller dan Black or White masih menghasilkan Rp 10,7 triliun dari royalti. Namum setelah dipangkas berbagai pajak, kekayaannya 'tinggal' Rp 5,9 triliun. Itu pun masih yang terkaya. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top