Belum Ada Bukti Pelaku Bom Gereja Filipina Asal Indonesia

publicanews - berita politik & hukumMiliter Filipina melalkukan evakuasi korban bom bunuih diri di gereja Katolik di Jolo, Kepulauan Mindanao, Filipina selatan. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Manila - Otoritas keamanan Filipina menangkap Kammah Pae dan empat orang lainnya yang dicurigai membantu pasangan Indonesia pelaku bom bunuh diri di gereja Jolo. Sumber menyebutkan, kelima orang tersebut diduga adalah anggota kelompok Abu Sayyaf.

Laman nescabal.co.uk mengutip Kepala Polisi Nasional Filipina Jenderal Oscar Albayalde yang mengatakan, kelima orang tersebut menyerahkan diri pada akhir pekan lalu. Kammah Pae diidentifikasi sebagai operator senior kelompok Abu Sayyaf.

"Kammah Pae telah berkonspirasi dengan pasangan Indonesia yang meledakkan diri di Gereja Katolik Roma di Jolo, Provinsi Sulu," ujar Jenderal Albayalde dalam keterangan pers pada Senin (4/2).

Kammah kabarnya membantah terlibat bom kembar tersebut. Namun para saksi mata menyatakan mereka melihat Kammah mengawal pasangan Indonesia terduga pelaku bom.

Namun soal dugaan pelaku bom adalah suami-istri asal Indonesia banyak diragukan oleh pengamat. Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan, otoritas Filipina sesungguhnya masih meraba-raba identitas pelaku bom yang menewaskan 23 orang dan melukai lebih dari 100 orang tersebut.

"Tidak ada bukti! Pejabat yang berbeda mengatakan hal yang berbeda --(pelaku asal) Malaysia, Yaman, Indonesia. Mereka sebenarnya tidak tahu," ujar Jones di Jakarta.

Pendapat serupa disampaikan analis politik CSIS Fitriani. Menurutnya, terlalu dini menyimpulkan pelakunya pasti pasangan Indonesia tersebut. Memang Jemaah Ansharu Daulah pernah mengirimkan belasan anggotanya ke Filipina selatan. Namun belum ada bukti mereka pelaku bom gereja tersebut.

Indonesia, kata Fitriani, harus berbagi informasi intelijen dengan Filipina agar tuduhan tersebut terbukti atau tidak terbukti. "Indonesia biasanya akan berbagi apapun yang dubutuhkan," ujarnya.

Menlu Indonesia Retno Marsudi, Sabtu (2/2) lalu, mengungkapkan ia telah berkomunikasi dengan pihak-pihak di Filipina. Ia ingin mengkonfirmasi identitas pelaku bom.

"Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan pagi ini, para pelaku belum dapat dikonfirmasi karena proses penyelidikan dan identifikasi masih berlangsung," katanya di Padang, Sumatra Barat.

Tuduhan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia semula disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano berdasarkan sumber yang tidak ia sebutkan. "Mereka adalah orang Indonesia," kata Menteri Ano, seperti dikutip Kantor Berita AFP. "Saya yakin mereka orang Indonesia," ia menambahkan.

Namun Ano juga menyatakan, bisa saja pelakunya asal Yaman atau Mesir. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Putrinurfadilah @Putri04 Februari 2019 | 13:22:13

    kalo emg bner pelakunya indonsia cari buktinya sampe ketemu jgn asal tuduh sembarangan

Back to Top