Portugal

Wanita Gipsi Inggris Ditelanjangi dan Digunduli dalam 'Ritual Mempermalukan'

publicanews - berita politik & hukumLeighanne Rumney (22), gipsi Inggris yang ditelanjangi, dianiaya, dan ditelanjangi karena dituduh selingkuh dengan pria gipsi Portugal. (Foto: The Sun)
PUBLICANEWS, Lisabon - Dikonotasikan sebagai penganut kebebasan, namun perselingkuhan tetaplah haram di antara kaum gipsi. Contohnya Leighanne Rumney (22), wanita asal Inggris ini dihukum dengan 'ritual mempermalukan' setelah kepergok serong dengan pria gipsi Portugal yang telah berkeluarga.

Rumney diseret turun dari mobil oleh geng gipsi Portugal atas tuduhan perselingkuhan tersebut. Rambutnya dijambak, ia ditelanjangi, lalu geng tersebut memukulinya beramai-rami di sebuah hutan di Algrave, Portugal.

Diantara penyerangnya adalah istri, ibu, dan adik lelaki pria selingkuhan Rumney. Sang istri kemudian memotong-motong rambut pirang Rumney dengan pisau.

Geng kemudian melemparkannya ke tepi jalan dalam keadaan pingsan dan telanjang, tubuhnya bermandikan darah. Rumney ditolong pengendara mobil yang melintas.

Si blonde mengaku kini ia trauma dengan air. "Seperti darah yang membanjiri tubuh saya di hutan itu," katanya kepada The Sun, Jumat (1/2).

Tiga penganiaya telah ditangkap dan kemarin dihadirkan dalam sidang putusan sela. Sementara sopir yang menculik Rumney kini buron.

Rumney bekerja sebagai pramusaji di The Hot Shot Bar, Albufeira, Algarve, Portugal. Seorang Rom (istilah lain untuk gipsi) setempat terpikat padanya.

"Saya perhatikan pria ini menaruh minat pada saya ketika saya bekerja di belakang bar, tetapi saya tidak menyukainya dan tidak pernah berkencan dengannya," Rumney bersaksi dalam sidang sela.

Tetapi keluarga sang pria menuduhnya telah berselingkuh. Mereka menutup telinga atas penjelasan Rumney. "Saya sangat naif dan membuat kesalahan ketika mau diajak masuk ke mobil mereka," ujarnya.

Ia mengira hendak dibunuh karena melihat ada gunting dan pisau di dalam mobil. Tapi ia 'hanya' ditelanjangi, digunduli, dan dipukuli.

Serangan ganas itu terjadi pada Mei 2015, Pengadilan Albufeira baru menyidangkannya kemarin. Pengadilan menyatakan mereka khawatir akan ada serangan dari geng gipsi yang banyak tinggal di Agarve.

Polisi dan saksi kabarnya telah menerima intimidasi. Geng menganggap 'ritual mempermalukan' merupakan 'hukum' yang harus dipatuhi kaum gipsi yang melanggar aturan, termasuk selingkuh diantara sesama mereka.

Sidang akan digelar Rabu pekan depan. Rumney diungsikan ke kampungnya di timur laut Inggris untuk menghindari ancaman. Tapi ia berjanji akan datang pada sidang.

"Bekas luka fisik saya telah sembuh, tetapi luka mental masih ada. Saya terluka seumur hidup. Mereka harus membayar untuk apa yang telah mereka lakukan," Rumney menegaskan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. arif @muhammad arif02 Februari 2019 | 18:13:50

    sangat kasihan sekalu wanita itu

Back to Top