Dinyatakan Bersalah Memperkosa WNI, Pria Hongkong Benturkan Kepalanya

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Hongkong - Tsang Wai-sun (55) histeris dan membenturkan kepalanya ke meja ketika hakim Pengadilan Tinggi Hongkong menyatakan ia bersalah telah memperkosa pembantunya, seorang wanita Indonesia.

"Ini tidak benar, tidak adil. Konyol!" ia berteriak, sambil membentur-benturkan kepalanya, seperti dikutip laman Asia Times, Kamis (31/1). Dahinya berdarah, namun Wai-sun terus meracau.

Ia sempat menoleh ke pengunjung sidang untuk meminta dukungan. Tapi tidak ada isyarat yang melegakannya, lalu Wai-sun kembali membenturkan kepala dan memukul-mukul meja. Tujuh petugas lapas langsung menanganinya.

Tujuh juri, satu diantaranya wanita, perlu sembilan jam untuk berembuk sebelum akhirnya menolak cerita Wai-sun bahwa ia dirayu oleh korban yang diidentifikasi sebagai 'Nona X'.

Hakim Patrick Li Hon-leung dalam sidang kemarin menyatakan pria pengangguran itu terbukti memperkosa wanita 27 tahun tersebut dalam empat kesempatan.

Wai-sun melakukan pelecehan sejak hari pertama 'X' bekerja di apartemennya di Wong Tai Sin Estate, Kowloon, pada 10 Desember 2017. Ia menciumi wanita Indonesia itu ketika mencuci piring.

Malam itu juga terdakwa memasuki kamar X, lalu meraba-rabanya. Wai-sun berdalih, sang pembantu lah yang memberi isyarat agar menyentuhnya. Cerita ini ditampik juri.

Begitu pula saat ia kembali memasuki kamar korban pada malam 18 Desember. Wai-sun, menurut dakwaan, memperkosanya. Kemudian pada 20 Desember, terdakwa mengulangi perbuatannya saat X mencuci baju.

Menurut terdakwa, X setuju melakukan persetubuhan setelah ia memberinya 20 dolar Hongkong, sekitar Rp 35.600. Kisah ini pun dibantah X dalam sidang sebelumnya.

Korban kemudian mengadu ke agen dan Konsulat Jenderal RI di Hongkong.

Usai sidang, tujuh petugas membopong Wai-sun keluar. Tangan seorang petugas berdarah-darah karena terdakwa meronta dan menggigitnya.

"Semoga itu tidak membuatmu takut," kata hakim Patrick Li Hon-leung kepada para juri.

Sidang pembacaan vonis akan digelar pada 5 Maret mendatang. Di Hongkong, kasus pemerkosaan diancam hukuman seumur hidup. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Putrinurfadilah @Putri31 Januari 2019 | 15:44:40

    udah jelas salah gamau ngaku malah ngebela diri

Back to Top