Anggota Parlemen Kuwait Dihukum 7 Tahun Karena Membohongi Istri

publicanews - berita politik & hukumAnggota opisisi parlemen Kuwait Waleed Al-Tabtabaei. (Foto: Arab Times)
PUBLICANEWS, Kuwait City - Anggota parlemen Kuwait ini boleh dibilang sontoloyo. Betapa tidak, ia masih saja menggauli istri yang telah ia ceraikan dua tahun lalu.

Waleed al-Tabtabai divonis 7 tahun penjara karena tidak pernah memberi tahu sang istri bahwa ia telah menceraikannya. Waleed memanfaatkan ketidaktahuan tersebut dengan tetap meminta 'jatah seks.'

Pengadilan banding menyidangkan kasus ini secara in absentia, Senin (28/1), karena Waleed kabur ke luar negeri.

Hakim mengklarifikasi bahwa vonis ini tidak ada urusan dengan politik meskipun Waleed dikenal sebagai tokoh opisisi yang vokal. Pada Juli 2018 lalu, ia juga dihukum 42 bulan karena menyerang polisi dan parlemen.

"Keadilan atas kasus perzinahan ini harus ditegakkan," kata Nasser Al-Otaibi, pengacara istri Waleed, seperti dikutip laman Kuwait Times, Selasa (29/1). "Ia telah menipu klien saya untuk berhubungan seks mesikpun telah menceraikan tanpa sepengetahuannya," ia menambahkan.

Sang istri baru tahu telah dicerai saat ia mengajukan gugatan hak atas nafkah baginya dan anak-anak mereka tahun lalu. Al-Otaibi menambahkan, sang istri masih melayani suaminya seperti biasa. "Keduanya bahkan bertukar foto intim melalui WhatsApp," ujarnya.

Waleed kabur ke luar negeri setelah vonis atas penyerangan parlemen pada Juli 2018. Pemerintah dan parlemen tengah mendiskusikan kemungkinan memecat Waleed dari kursi dewan.

Uniknya, Waleed adalah juga profesor bidang syariah islam. Hakim ketua mengatakan, terdakwa telah menginjak-injak ajaran agama dan tindakannya masuk kategori jahat. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top