Inggris

Endorse Iklan Bisa Dihukum 2 Tahun, Penyanyi Rita Ora Terancam

publicanews - berita politik & hukumPenyanyi asal Inggris Rita Ora dalam unggahan yang diduga berbau iklan. (Foto: Instagram/@ritaora)
PUBLICANEWS, London - Sudah kaya, tenar, tapi masih cari uang lewat endorse produk di media sosial. Otoritas Persaingan Usaha dan Pasar (CMA) Inggris mengancam sejumlah artis yang masih nyambi jualan produk untuk menghentikan aksi mereka.

CMA mencatat ada 13 artis dan model Inggris yang masuk daftar incaran, antara lain penyanyi Rita Ora, aktris Michelle Keegan, dan model Rosie Huntington-Whiteley.

"Terus mencari uang lewat Instasham atau menghadapi pengadilan," kata pernyataan CMA, seperti ditulis The Sun, Kamis (24/1).

Instasham adalah aplikasi untuk pengguna Instagram yang ingin pamer --entah foto makanan, pakaian, kosmetik, pakaian dalam, atau pose-pose keren warganet.

CMA menyatakan ketiga selebritas dan artis lainnya sebagai 'influencer' (di Indonesia dikenal dengan 'endorse'). Menurut CMA, apa yang mereka lakukan melanggar hukum persaingan usaha.

"Para bintang harus menjelaskan apakah mereka dibayar untuk mengunggah foto-foto atau menerima hadiah atau pinjaman produk dari merek yang mereka promosikan," ujar pernyataan tersebut. "Iklan yang dirahasiakan adalah ilegal," mereka menegaskan.

Jika tidak ada penjelasan atau menghentikan postingan berbau iklan tersebut, CMA akan memanggil mereka. Ancamannya adalah denda atau bahkan hukuman penjara 2 tahun.

Sumber industri mengatakan, para artis menyamarkan iklan sebagai pesan pribadi.

"Tetapi jika Anda berkomitmen untuk mematuhi aturan dan tidak mengulang perbuatan, kita bisa duduk bersama membicarakannya. Kami akan mengawasi Anda," katanya.

Selain ketiga nama di atas, tercatat ada model Alexa Chung, aktris Millie Mackintosh, model Iskra Lawrence, dan penulis buku serta editor majalah mode Jim Chapman. Mereka umumnya mengiklankan parfum, obat diet atau pelangsing, kosmetik, sampai pakaian dalam.

Di Indonesia, ada kasus artis endorsement dipanggil polisi. Tapi kasusnya adalah mengiklankan kosmetik oplosan alias palsu. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top