Polisi Selidiki Geger Pasien Koma Melahirkan di AS

publicanews - berita politik & hukumPasien koma atau dalam kondisi vegetatif. (Foto: Pixababy)
PUBLICANEWS, Arizona - Kepolisian Phoenix, Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, menyelidiki kasus wanita pasien koma 10 tahun melahirkan di RS Hacienda Healthcare. Polisi menduga terjadi pelecehan seksual atas pasien yang dirahasiakan identitasnya tersebut.

Gadis 20 tahun itu dalam kondisi vegetatif, yakni ia bisa melihat sekeliling tapi tidak bisa melakukan tindakan sadar.

Ia melahirkan pada 29 Desember 2018, pihak rumah sakit swasta itu semula merahasiakan kasus ini. Mereka memilih melakukan penyelidikan internal. Namun akhirnya mereka menyerah dan kasus ini dilimpahkan ke polisi.

Juru Bicara Kepolisian Phoenix Sersan Tommy Thompson mengatakan, para detektif sedang menyelidiki kasus wanita penyandang keterbelakangan mental atau tuna grahita tersebut. Ia menolak untuk merinci alasan rumah sakit baru menyerahkan kasus ke polisi pada Kamis (3/1).

Pihak Hacienda juga menolak permintaan wawancara media. Mereka hanya mengeluarkan rilis tertulis. "Kami tidak dapat mengomentari pasien mana pun karena Undang-undang Privasi Federal dan Negara. Selain itu, kami tidak dapat mengomentari investigasi yang sedang berlangsung," kata Jubir David Leibowitz, seperti dikutip New York Times dari Fox News, Jumat (5/1) malam.

Polisi menduga sang pasien mengalami pelecehan seksual dalam ketidaksadarannya. "Tidak ada staf rumah sakit yang sadar bahwa dia hamil sampai sang pasien melahirkan," kata sumber kepolisian.

Sumber rumah sakit yang mengetahui kondisi pasien mengatakan, wanita pasien vegetatif harus didampingi 24 jam untuk menghindari pelecehan seksual.

"Meskipun seorang bayi dapat sepenuhnya berkembang di dalam rahim wanita vegetatif, tapi kondisinya mengkhawatirkan. Ini tindakan mengerikan dan membahayakan," ia menambahkan, seperti ditulis laman latestly.com, Sabtu (5/1).

Setelah geger pasien koma melahirkan, pihak rumah sakit menetapkan aturan keras, bahkan pria perawat pun dilarang masuk kamarnya kecuali ditemani wanita perawat.

RS Hacienda punya 74 kamar untuk pasien penderita berbagai gangguan mental. Menurut catatan Negara Bagian Arizona, ada beberapa pasien telah berada di sana sampai 14 tahun.

Pada 2013, Departemen Pelayanan Kesehatan Arizona menerima laporan ada wanita pasien RS Hacienda mengalami 'bangun pagi bahagia' setelah seorang karyawan pria memperlihatkan (maaf) penisnya, meskipun ia dalam kondisi koma atau vegetatif. Karyawan tersebut kemudian dipecat.

Tidak disebutkan bagaimana cara sang karayawan membuat pasien mengalami 'happy morning'. Diduga pelecehan seksual digunakan sebagai terapi 'penyadaran pasien koma'. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top