'Jack the Ripper Tiongkok' Dieksekusi Mati, Korbannya 11 Wanita Bergaun Merah

publicanews - berita politik & hukumGao Chengyong yang dijuluki 'Jack the Ripper of China' dalam sidang di Mahkamah Rakyat, Tiongkok. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Beijing - Pembunuh berantai Gao Chengyong (54) akhirnya dieksekusi mati Kamis (3/1) pagi tadi. Pria botak itu dijuluki 'Jack the Ripper of China' karena rangkaian pembunuhan sadis terhadap 11 wanita --sebagian dengan cara mutilasi.

Tidak dijelaskan bagaimana ekskusi dijalankan. Biasanya di Tiongkok eksekusi dilakukan dengan cara suntik mati atau di hadapan regu tembak. Pengadilan mengumumkan eksekusi tersebut melalui akun media sosial Weibo.

Pengadilan Rakyat Baiyin di Provinsi Gansu barat laut menjatuhkan hukuman mati pada Maret 2018 atas kasus perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, dan melecehkan korbannya. Mahkamah Rakyat mengeksekusinya hari ini.

Sidang pertamanya digelar pada 2017 lalu. Chengyong mengaku bersalah atas kejahatan di Baiyin dan Baotou di Mongolia antara 1988 hingga 2002. Para korbannya kebanyakan berusia 20-an tahun. Korban termudanya adalah bocah wanita 8 tahun. Ia selalu menargetkan wanita muda.

Kasus ini paling pelik dalam sejarah pembunuhan di Tiongkok. Pada 2004, polisi Baiyin menawarkan 200 ribu Yuan, sekitar Rp 402 juta, bagi pemberi petunjuk keberadaan Chengyong.

Namun baru 12 tahun kemudian polisi berhasil menangkapnya. Itu pun tidak sengaja. Pada Agustus 2016, polisi menangkap penjahat kecil-kecilan. Dari hasil tes DNA, diketahui pelaku adalah paman Chengyong. Perburuan terhadap pembunuh brutal itu pun berakhir.

Chengyong selalu menyambangi korbannya di rumah, lalu memperkosa dan membunuh mereka di siang bolong. Banyak dari mereka mengenakan pakaian merah.

Sebagian korban dimutilasi tangan, telinga, dan organ seksualnya dicabik-cabik.

“Untuk memuaskan keinginannya yang sesat, untuk menghina dan mengotori mayat," kata Pengadilan Baiyin melalui akun Weibo, seperti dikutip South China Morning Post, Kamis (3/1). "Motifnya sangat tercela. Metodenya sangat kejam. Ini tindakan keji dan sangat serius," Pengadilan menambahkan.

Chengyoung dijuluki 'Jack sang Pencabik dari Tiongkok' karena ada kemiripan dengan kasus pembunuhan berantai di Inggris pada 1888. Jack selalu mencabik-cabik (rip) wanita korbannya. Hingga kini kasus tersebut tak pernah terpecahkan dan cerita tentang si Jack melegenda. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top