Blak-blakan, Presiden Filipina Pernah 'Menyentuh' Wanita Pelayan Semasa SMA

publicanews - berita politik & hukumPresiden Filipina Rodrigo Duterte kerap terlihat berakrab-ria dengan perempuan dalam hampir setiap kunjungannya. (Foto: FHM.com.ph)
PUBLICANEWS, Manila - Bukan Rodrigo Duterte (73) jika tak melontarkan pernyataan kontroversial. Minggu (30/12) kemarin, Presiden Filipina itu dengan enteng menceritakan pengalaman nakalnya 'menyentuh' seorang pelayan di kapel sekolahnya.

Pernyataan tersebut spontan mengundang reaksi keras kelompok hak azasi perempuan. Mereka menuduh presiden yang ceplas-ceplos itu harus diperiksa karena pernah melakukan percobaan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Media-media Filipina kerap kali mengutip komentar kontoversial Duterte tentang wanita, termasuk lelucon pemerkosaan dan cerita perzinahannya.

Dalam sambutan akhir tahunnya itu Duterte bercerita, ia masuk ke ruang pendeta dan langsung menuju kamar pembantu saat sedang tidur.

"Saya mengangkat selimut... Saya mencoba menyentuh apa yang ada di balik celana dalamnya," kata Duterte. "Aku menyentuhnya. Dia terbangun. Lalu aku tinggalkan kamar tersebut," ia menambahkan.

Duterte bercerita kepada pendeta tentang apa yang baru saja ia lakukan, kemudian kembali ke kamar pelayan dan sekali lagi memaksa menyentuhnya.

Partai pengusung hak-hak perempuan Gabriela mengecam komentar 'menjijikkan' Duterte tersebut. Mereka menyerukan agar sang Presiden mengundurkan diri dan meminta maaf atas dosa-dosanya di masa lalu.

"Pemerkosaan tidak hanya terjadi melalui 'masuknya' penis. Terhadap jari dan benda pun harus dianggap sebagai pemerkosaan," kata Sekjen Partai Gabriela Joms Salvador, seperti dikutip The Inquirer, Senin (31/12).

Duterte menyampaikan cerita nakalnya di masa SMA ketika ia mengecam Gereja Katolik dengan menuduh banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak-anak di gereja.

Presiden menyebut gereja sebagai 'lembaga paling munafik' di negara yang mayoritas beragama Katolik itu. Menurutnya, ia dan teman-teman sekelasnya pernah dilecehkan ketika melakukan pengakuan dosa.

Cerita kenakalan remaja itu ia maksudkan sebagai serangan balik kepada para uskup dan imam yang telah mengkritiknya atas kebijakan perang melawan narkoba. Sejak Duterte berkuasa pada 30 Juni 2016, tercatat lebih dari 5.000 orang tewas tanpa proses hukum.

Duterte dan para pembantunya sering menegaskan bahwa komentarnya tentang perempuan semata lelucon, namun sering ditanggapi di luar konteks.

Ia pernah membangunkan kemarahan publik ketika berpidato pada kampanye Pilpres 2016 dengan mengatakan ingin memperkosa seorang misionaris cantik asal Australia yang terbunuh dalam kerusuhan penjara Filipina.

Para pengacara kaum feminis mengatakan, pernyataan Duterte pada Minggu kemarin sebagai membahayakan pekerja rumah tangga. Lebih dari satu juta orang Filipina bekerja di luar negeri sebagai pekerja domestik.

Kabarnya, Duterte punya dua istri dan dua pacar. Ketika kampanye Pilpres lalu, ia pernah mengatakan sering menghabiskan waktu bersama pacar-pacarnya. Setelah bosan barulah ia kembali kepada kedua istrinya. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top