Solongo Batsukh, Ratu Kecantikan Transgender Melawan Tabu Mongolia

publicanews - berita politik & hukumSolongo Batsukh, Ratu Kecantikan Transgender Mongolia. (Foto: Instagram/@solongo_qq)
PUBLICANEWS, Ulan Bator - Make-up artist Solongo Batsukh adalah pengecualian di tengah masyarakat Mongolia yang tertutup. Ratu Kecantikan Transgender Mongolia 2012 itu berani berjalan-jalan di suhu dingin hanya mengenakan gaun mini dibalut mantel.

Batsukh nekad menembus udara dingin hanya karena ingin mengatakan kepada setiap orang bahwa menjadi transgender bukanlah tabu.

"Saya tidak ingin menjadi gendut dengan mengurung diri di rumah," kata wanita-pria berusia 25 tahun itu.

Ia bekerja di sebuah salon dan menjadi model produk kecantikan melalui video di Facebook.

Batsukh dikenal sebagai pribadi terbuka dan percaya diri. Ia mengikuti kontes Miss Universe Mongoloia 2018, namun hanya menduduki posisi ke enam.

Jika saja ia menang, akan ada dua wanita transgender pada ajang Miss Universe 2018 di Bangkok, awal Desember lalu. Satunya lagi adalah Miss Spanyol Angela Porce.

Publik Mongolia tak senang ketika Batsukh ikut ajang Miss Universe Mongolia.

"Dunia akan memandang negatif negara kita jika seorang pria mewakili kita, sementara ada ribuan wanita cantik," ujar seorang warganet di laman Facebook Miss Universe Mongolia.

Terlahir dengan nama Bilguun Batsukh, ia tumbuh sebagai anak lelaki di Provinsi Dundgovi. Ketika menjadi mahasiswa pada usia 19 tahun, Batsukh mulai menyadari bahwa ia adalah perempuan yang terpenjara dalam tubuh pria.

Sejak itu Batsukh mulai mengenakan wig, memakai gaun, dan melakukan terapi hormon. Namun ia tetaplah minoritas terkucilkan di tengah masyarakat konservatif negara kecil Asia Timur yang 'terjepit' antara Rusia dan Tiongkok itu.

“Sangat sulit bagi transgender untuk bekerja," kata Baldangombo Altangerel, manajer program hukum LGBT Center, seperti dikutip laman Channel News Asia, Kamis (27/12).

Sebuah video seorang wanita muda transgender dianaya di jalanan menjadi viral di Mongolia tahun lalu. Publik setempat masih menaruh prasangka buruk terhadap kaum LGBT.

Batsukh ingin menghilangkan citra bahwa perempuan transgender hanya bisa menjadi pekerja seks atau penari telanjang. Dia memamerkan kekayaannya lewat Instagram @solongo_qq, termasuk pamer 'perabotannya' setelah menjelma jadi wanita. Akun instagramnya banyak memuat fotonya yang nyaris tanpa busana.

Ia menjadi selebgram dengan 120 ribu lebih pengikut di negara berpenduduk 3 juta itu.

Batsukh mulai tenar pada 2014, ketika ia mewakili negaranya pada Miss International Queen, ajang kecantikan para wanita transgender di Thailand. Ia menempati peringkat 10.

“Saya harus mengungkapkan diri saya sehingga saya bisa memperbaiki kesalahpahaman di masyarakat. Jika kita tetap bersembunyi, masyarakat akan terus membenci kita. Mereka tidak mengenal kita," ujar wanita bertinggi 178 cm itu.

Batsukh menggunakan citra publiknya untuk berbicara di televisi dan media sosial untuk melawan persepsi bahwa transgender adalah penderita penyakit mental.

"Daripada mengatakan 'kita manusia seperti orang lain', kita perlu membuktikan diri melalui tindakan. Tunjukkan kepada orang lain bahwa kami mencari nafkah seperti orang biasa," katanya. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top