Thailand Sudah, Kini Malaysia Pertimbangkan Ganja Sebagai Obat

publicanews - berita politik & hukumMariyuana atau ganja. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Ipoh - Kementerian Kesehatan Malaysia tengah mempertimbangkan untuk mendaftarkan mariyuana atau ganja sebagai obat. Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye mengatakan, penggunaan 'barang haram' itu diperbolehkan untuk penggunaan medis hanya jika terbukti efektif dan aman digunakan.

Lee menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan wartawan soal apakah Malaysia akan menyusul Thailand yang baru-baru ini menyetujui penggunaan ganja. Ia meminta perusahaan farmasi menunjukkan bukti ilmiah sebelum mendaftarkan penggunaan ganja untuk keperluan medis.

"Beberapa perusahaan obat telah mendaftarkannya sebelumnya, tetapi kemudian ditarik kembali," kata Lee, seperti dikutip laman The Star, Rabu (26/12). "Jadi jika perusahaan farmasi ingin mendaftarkan ganja sebagai obat, mereka harus menyerahkan hasil risetnya," ia menambahkan.

Dokumen riset tersebut harus berisi informasi yang diperlukan untuk membuktikan beberapa hal, termasuk apakah aman dan efektif saat digunakan.

Selasa (25/12) kemarin, pemerintah Thailand telah menyetujui ganja untuk keperluan medis dan penelitian. Kebijakan 'Negeri Gajah Putih' tersebut akan menjadi yang pertama dalam legalisasi ganja untuk medis di kawasan.

Di Malaysia, ganja masih dikategorikan bahan kimia berbahaya yang diatur dalam Undang-Undang Racun atau Poison Act. Pengaturannya berada di bawah Undang-Undang Obat Berbahaya, dengan kepemilikan dan penjualan dianggap ilegal.

Sesuai UU Racun, perusahaan farmasi harus menyertakan penjelasan soal dosis yang aman jika ingin produknya diakui. "Harus dirinci apakah itu dalam bentuk pil, bubuk atau larutan, dan dosisnya harus ditunjukkan juga. Semua ini harus dijabarkan dalam aplikasi," Lee menjelaskan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top