Siapa Bilang Amerika Tidak Rasis?

publicanews - berita politik & hukumMiss USA Sarah Rose Summer di ajang Miss Universe 2018 di Bangkok, Thailand. (Foto: AP)
PUBLICANEWS, New York - Siapa bilang Amerika Serikat tidak rasis? Setidaknya ada dua kejadian pada Jumat (14/12) yang menunjukkan mereka 'meremehkan' warga dunia lainnya.

Pertama, ketika wanita kulit putih Anna Lushchinskaya (40) tiba-tiba menyerang wanita keturunan Asia penumpang kereta bawah tanah di Brooklyn, New York. Video Anna menyerang 'gadis 24 tahun' menggunakan payung itu viral di media sosial.

Kejadian kedua adalah Miss USA Sarah Rose Summer yang merendahkan Miss Kamboja Nat Rern dan Miss Vietnam H'Hen Nie dalam ajang Miss Universe 2018 di Bangkok, Thailand. Sarah mengatakan, kedua wakil Asia itu 'tidak layak' karena bahasa Inggrisnya belepotan.

Dalam kasus pertama, Anna kemudian ditangkap Kepolisian New York setelah keluar dari subway. Polisi mengenakan dua tuduhan, yakni serangan terhadap penumpang kereta dan rasisme.

"Korbannya wanita 24 tahun yang berdarah-darah dan luka di wajahnya," kata polisi, seperti dikutip AP, Sabtu (15/12).

Dalam video yang diunggah akun Twitter Juan Ayala, terlihat Anna berkali-kali memaki wanita Asia itu dengan kata 'fuck off' (berengsek). Ia terlihat merencanakan serangan tersebut karena Anna sempat mencopot kacamata hitamnya dan memasukkannya ke dalam tas, lalu mengikat rambutnya.

Ia kemudian memukulkan payung dan gantungan kunci ke wajah penumpang Asia tersebut.

Seorang pria Asia mencoba melerai, namun Anna malah juga menyerang pria tersebut dengan makian serupa. Ia mengajak penumpang lainnya untuk turut menyerang keduanya, tapi tak dipedulikan.

Menurut laporan polisi, pria Asia 30 tahun yang melerai ikut terluka. "Saya beruntung dia tidak membawa senjata, entah pisau atau pistol, karena akibatnya pasti akan lebih buruk," kata korban anonim itu, seperti ditulis kanal berita Channel 7, Sabtu (15/12).

Sang gadis bersaksi bahwa penumpang kereta berkulit putih sama sekali tidak ada yang menolong. Ada yang merekam aksi penyerangan tersebut dengan ponsel, tapi tidak peduli.

"Hanya merekam, mereka tidak melakukan apa-apa sampai kereta berhenti," ujar wanita korban.

Video serangan rasis di kereta bawah tanah itu telah ditonton 4,5 juta pengguna Facebook pada Jumat. Sebanyak 1.700 orang diantaranya berkomentar, termasuk menyayangkan penumpang lainnya yang cuek.

Dalam kasus Miss USA, warganet mengecam Sarah sebagai pengidap xenophobia, yakni orang yag tidak suka dengan warga dunia lain.

"Anda terlihat merendahkan dan tidak toleran dengan perbedaan. Sekadar mengingatkan, Anda sedang berpartisipasi dalam kompetisi antarnegara dimana bahasa Inggris bukan bahasa utama," tulis warganet di akun Diet Prada.

Sarah buru-buru menyampaikan maaf lewat akun Instagramnya dan menyebut kontestan asal Kamboja dan Vietnam sebagai wanita pemberani.

"Saya ingin menyampaikan kekaguman saya atas keberanian dari beberapa saudara perempuan saya. Saya telah mengatakan sesuatu yang sekarang saya sadari dapat dianggap sebagai tidak menaruh rasa hormat, dan saya minta maaf," tulis Sarah.

Jadi, bahkan di negara yang mengaku paling demokratis sekalipun rasisme tetap tumbuh. Diam-diam atau terbuka. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top