Amerika Serikat

Gerayangi Model di Pesawat, Pria India Divonis 9 Tahun

publicanews - berita politik & hukumPrabhu Ramamurthy (35), pria India terdakwa penyerangan seksual terhadap seorang model. (Foto: Wayne County Sheriff's Office)
PUBLICANEWS, Detroit - Betapa kurang ajarnya Prabhu Ramamurthy (35). Duduk di kursi pesawat Spirit Airlines dengan istrinya di samping kanan, ia masih menggerayangi model 23 tahun yang tertidur di kirinya.

Kepada hakim Pengadilan Distrik Detroit, Amerika Serikat, ahli Teknologi Informasi asal Tamil Nadhu, India, itu semula mengelak tuduhan. Ia mengaku juga tertidur dalam penerbangan dari Las Vegas ke Detorit pada 3 Januari 2018 itu.

"Saya tidak tahu dimana posisi tangan saya saat itu," katanya dalam sidang pada Kamis (13/12) sore waktu setempat atau Jumat (14/12) dini hari di Indonesia, seperti dikutip Detroit Free Press.

Keterangan Ramamurthy itu langsung disanggah korban Celia yang hadir di bangku pengunjung paling depan. "Saya terbangun pukul 05.30 setelah tertidur sekitar 40 menit dan mendapati tangannya memasuki tubuh saya (inside me)," ujar Celia.

Mendapat 'serangan fajar yang kurang ajar' itu Celia menangis, ia lalu mengadu ke pramugari.

Celia menanggalkan hak untuk dirahasiakan identitasnya sebagai korban serangan seksual. Ia datang ke pengadilan bersama pacar dan anjing kesayangannya. Jaksa Matthew Schneider mengapresiasi keberanian Celia untuk tampil terbuka dalam sidang.

Mendengar kesaksian Celia, Ramamurthy kemudian buru-buru meralat ucapannya. Ia mengakui membuka resliting celana panjang dan kancing baju sang model.

Hakim Terrence Berg mengatakan, kasus ini merupakan serangan seksual paling kasar terhadap penumpang pesawat yang pernah ia tangani. "Harus ada efek jera yang luar biasa," katanya.

Namun, alih-alih memvonis berat, Berg setelah 3,5 jam berunding dengan juri malah menghukum Ramamurthy 'hanya' 9 tahun. Padahal dalam sidang tuntutan pada Agustus lalu, Jaksa meminta penjara 11 tahun.

"Vonis 9 tahun sudah sangat berat bagi terdakwa. Hidupnya secara efektif telah berakhir setelah ini," ujar Berg.

Setelah menyelesaikan hukumannya, Ramamurthy akan dideportasi ke India. Ia datang ke AS pada 2015 dengan visa kerja dan tinggal di pinggiran Detroit.

Menurut catatan Biro Penyelidik Federal atau FBI, banyak kasus warga India ditangkap atas tuduhan melakukan serangan seksual di dalam pesawat sejak 2014. Jumlahnya meningkat 66 persen hingga 2017, tapi tidak ada rincian nominalnya.

FBI mengindentifikasi kasus 'penggerayangan' terjadi sebagian karena makin sempitnya kursi penumpang pesawat, pengaruh alkohol dan obat-obatan, serta suasana kabin yang gelap dalam penerbangan malam.

"Faktor-faktor ini memperbesar peluang pelaku berindak tak senonoh terhadap penumpang di sebelahnya," ujar laporan FBI tersebut. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Dellapuspita @Della14 Desember 2018 | 16:43:53

    Sempet" nya ngelakuin tindakan tdk senonoh. Mungkin kurang ya hukuman nya agar jera jdi org lain takut untuk melakukan hal yang sama

Back to Top