Mesir

DPR Minta BUMN Sumbang Laba Untuk Mahasiswa RI

publicanews - berita politik & hukumAnggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka melakukan pertemuan dengan Dubes Helmy Fauzi di KBRI Kairo, Mesir, Rabu (12/12) malam. (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka meminta BUMN yang mendapatkan kontrak bisnis dengan mitranya dalam Pameran Dagang Intra-Afrika ((Intra-Africa Trade Fair/IATF) 2018 di Kairo, menyisihkan labanya untuk membantu mahasiswa Indonesia di Mesir.

"Kontribusi dari BUMN ini akan sangat membantu kesejahteraan mahasiswa kita yang sedang studi di Mesir,” ujar Rieke seusai bertemu Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi di KBRI Kairo, Rabu (12/12) malam waktu setempat.

Menurut rilis KBRI Mesir yang diterima Publicanews pada Kamis (13/12) sore, perusahaan Indonesia yang mengikuti IATF 2018 adalah 12 perusahaan swasta dan 3 BUMN. Mereka mencatatkan potensi transaksi sebesar 102,02 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,48 triliun. Tiga BUMN tersebut adalah perusahaan pelat merah, yakni PTPN III Holding (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Pertamina Lubricants.

Rieke mengapresiasi kiprah BUMN yang ikut gencar melakukan penetrasi produk dan komoditas Nusantara ke pasar Afrika. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar industri Indonesia melihat Afrika sebagai pasar potensial.

"Afrika, termasuk Mesir, adalah pasar non-tradisional yang belum digarap serius. Keikutsertaan dalam IATF ini merupakan kesempatan emas untuk memasarkan produk kita," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam catatan KBRI Mesir, pada Selasa (11/12), PT Perkebunan Nusantara III meraih nilai potensi transaksi penjualan kelapa sawit mencapai 90 juta dolar AS. Lalu, PT Pertamina Lubricants yang memasarkan pelumas kendaraan meraih potensi transaksi 6 juta dolar AS.

Kemudian PT Perusahaan Perdagangan Indonesia membukukan potensi penjualan kopi dan kelapa sawit senilai 5,4 juta dolar AS.

Rieke menyatakan optimistis nilai potensi kontrak dagang yang diraih perusahaan Indonesia akan terus melonjak. Ia meminta penyisihan laba tersebut dapat disalurkan melalui KBRI yang memiliki program infaq dan shadaqah pendidikan di Mesir.

“Sumbangan 2,5 persen dari laba kontrak dagang yang diraih BUMN dalam IATF sudah sangat membantu kehidupan mahasiswa kita. Dan saya yakin Presiden Jokowi juga akan mendukung program peningkatan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di Mesir,” Rieke menambahkan.

Menanggapi usul Rieke, Dubes Helmy mengatakan KBRI siap memfasilitasi BUMN maupun perusahaan Indonesia yang berkeinginan membantu mahasiswa Indonesia. Mayoritas mahasiswa yang studi di Negeri 1000 Menara ini, ujar Helmy, datang dengan biaya sendiri.

Dalam catatan KBRI Cairo, per September 2018 terdapat 5.086 pelajar dan mahasiswa Indonesia, sekitar 57,4 persen atau 2.921 orang diantaranya tercatat sebagai mahasiswa S-1. Mayoritas pelajar dan mahasiswa ini studi dengan biaya sendiri, yakni 82,7 persen atau sekitar 4.207 orang.

Untuk 2018 ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang lolos seleksi dan akan memulai studi di Universitas Al-Azhar sebanyak 2.010 orang. Dan hanya sebagian kecil dari mereka berstatus sebagai penerima beasiswa.

“Bantuan dana pendidikan perusahaan ataupun BUMN ini akan sangat membantu mahasiswa kita untuk dapat lebih berprestasi. Dan jika dipercaya, kami sangat siap untuk membantu pengelolaan bantuan pendidikan tersebut," kata Dubes Helmy. (ian/)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah13 Desember 2018 | 19:54:17

    Manteb bu Rieke....lanjuta ya. Biar pada bener sekolahnya tuh. Gak bercita cita jadi yg aneh aneh.

Back to Top