Amerika Serikat

Tak Bisa Nikmati Foto, Pria Tunanetra Gugat Playboy

publicanews - berita politik & hukumMajalah Playboy. (Foto: GettyImages)
PUBLICANEWS, New York - Tidak bisa menikmati foto dan artikel Playboy, tunanetra Donald Nixon menggugat majalah pria dewasa itu. Ia menuduh majalah yang didirikan Hugh Hefner pada 1953 tersebut diskriminatif.

Menurut pria asal Queens, New York, Amerika Serikat, itu, Playboy melanggar Undang-undang Disabilitas atau American Disabilities Act (ADA) karena tidak kompatibel bagi penyandang buta.

Nixon mengajukan class action di pengadilan untuk memaksa situs playboy.com dan playboyshop.com menyediakan aplikasi braile.

Menurut dokumen pengadilan yang diunggah laman Asianage, Jumat (30/11), Nixon mengatakan, 'orang buta dan orang dengan gangguan penglihatan tidak sepenuhnya dapat menikmati fasilitas, produk, dan layanan Playboy. Padahal semua warga mempunyai hak yang sama.'

"Playboy tidak memfasilitasi layar (komputer) dengan teks bersuara dan tampilan braille," ujar Nixon, seperti dikutip laman TMZ berdasarkan dokumen pengadilan.

Skandal Perselingkuhan Eks Model Playboy dengan Trump Akan Diterbitkan

Nixon, yang pernah mengajukan tuntutan terhadap 47 perusahaan Amerika, juga memprotes tidak bisa membeli hoodies (semacam sweater) dan celana joging dari situs Playboy. "Mereka tidak menyediakan piranti lunak untuk tunanetra mengetahui ukuran, warna, dan harganya," ia mengomel.

Sejak 1990, ADA telah melindungi individu penyandang cacat terhadap diskriminasi di semua bidang kehidupan, termasuk pekerjaan, sekolah, dan tempat-tempat pribadi.

Menurut mereka, pelanggaran terhadap hak-hak sipil dalam UU Disabilitas bisa dikenai denda hingga 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp 143 juta.

Pengacara Nixon, Jonathan Shalom, menolak berkomentar. Kuasa hukum Playboy juga bungkam. Jumat (30/11) ini, mereka sibuk melelang barang-barang ikonik milik mendiang pendiri Playboy Hugh Hefner, seperti jaket, piyama, manset, dan kunci asli Playboy Club. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top