Alamak, Orangutan Dijadikan Pelacur di Rumah Bordil Kalimantan

publicanews - berita politik & hukumDirektur Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Michelle Desilets bersama orangutan di konservatori Kalimantan. (Foto: BOSF)
PUBLICANEWS, London - Pony adalah orangutan betina berusia enam tahun, namun selama bertahun-tahun ia dijadikan pekerja seks. Oleh pemiliknya ia dipaksa melayani manusia di sebuah rumah bordil di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

Primata tersebut didandani, diberi parfum, dan dua hari sekali dicukur bulu-bulunya agar halus. Setiap hari ia disuruh berbaring di kasur menunggu kliennya.

Para pria pekerja perkebunan kelapa sawit akan datang ke rumah bordil itu. Mereka bisa memilih mau 'jajan' wanita pelacur atau Pony. Herannya, tidak sedikit pria memilih si kera besar tersebut.

"Itu mengerikan. Dia menjadi budak seks, sungguh aneh," kata Direktur Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Michelle Desilets kepada The Sun, Selasa (27/11). "Pony penuh luka, ia memakai riasan dan anting," Michelle menambahkan.

Tidak ada yang tahu persis berapa lama Pony dipaksa melayani manusia, Michelle memperkirakan Pony dicuri dari hutan di Kalimantan sejak bayi.

BOSF menyelamatkan primata mirip manusia itu pada 2003 silam. Sebanyak 35 personel polisi terpaksa menodongkan senjata kepada sang pemilik. "Kami diancam dengan parang," Michelle menuturkan perjuangannya untuk mengambil kembali Pony.

The Sun tidak menyebut nama desa tempat Pony disekap dan dijadikan pekerja seks. Pemiliknya, seorang perempuan gendut, menangis ketika BOSF merampas Pony dari tangannya.

Menurut Michelle, perlu 15 tahun untuk memulihkan trauma primata yang dilindungi tersebut. Michelle, mantan guru di Inggris, menjadi relawan untuk mencari orangutan yatim piatu di Kalimantan sejak 1994.

Konservasionis Denmark Lone Droscher-Nielsen, rekan Michelle, ikut menyelamatkan Pony. Ia tidak bisa membayangkan seekor kera dijadikan budak seks.

"Mungkin saya naif, saya tidak pernah berpikir bagaimana hal itu terjadi," katanya.

BOSF sempat melepas Pony ke sebuah pulau. Namun karena terlalu lama hidup bersama manusia, ia sulit beradaptasi kembali dengan alam liar. Ia kini tinggal di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng bersama tujuh orangutan lainnya.

Pony juga perlahan-lahan diperkenalkan dengan pria petugas konservasi, dan kini ia sudah tidak trauma lagi.

BOSF memperkirakan sekitar seribu orangutan telah dibunuh agar bayi mereka dapat dijual di pasar gelap. Harga seekor bayi orangutan kabarnya mencapai 10 ribu Pound atau sekitar Rp 185 juta. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top