Tunisia Siap Beri Suaka Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman

publicanews - berita politik & hukumPutra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman. (Foto: getty image)
PUBLICANEWS, Tunis - Di tengah gonjang-ganjing keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MbS) dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, Tunisia menyatakan siap menerima pangeran 35 tahun itu.

Tawaran itu dikemukakan pimpinan partai politik Tunisia al-Binaa al-Watan, Riadh Chaibi. Ia mengatakan, Saudi telah berjasa menerima eks Presiden Tunisia Zine el-Abidine Ben Ali selama bertahun-tahun.

"Saya mengusulkan kepada presiden untuk menerima Muhammad bin Salman di Tunisia sebagai timbal balik dari perbuatan baiknya," kata Chaibi seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (24/11).

Tidak diketahui arah pernyataan Chaibi yang dianggap kontroversial itu. Pasalnya MbS belum dinyatakan kepastian keterlibatannya. Selain itu, Ben Ali merupakan pemimpin otoriter yang dibenci di Afrika dan tumbang pada suatu revolusi pada 2011.

Sementara itu di Saudi mulai muncul desakan agar Pangeran Ahmad, satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup, diangkat sebagai penerus kerajaan Saudi.

Meski demikian, para pangeran dan sepupu dari keturunan keluarga Al Saud yang mendesak hal itu mengakui akan terbentur dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud (82 tahun).

Keterlibatan MbS banyak disebut dalam laporan yang dibuat Turki ataupun CIA. Dalam rekaman percakapan antara terduga pelaku mengarah adanya instruksi dari MbS, meski berulang kali kerajaan membantahnya.

Penulis Washington Post itu tidak diketahui jejaknya sejak masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top